January, 2021 | SB1M: Sekolah Kursus Belajar Internet Marketing
Tips Belajar Marketing Online: Target Segmentasi Pelanggan

Tips Belajar Marketing Online: Target Segmentasi Pelanggan

Tips Belajar Marketing Online: Target Segmentasi Pelanggan

Anda tak bisa meningkatkan konversi jika Anda tak memahami target audience atau target pemirsa atau target pasar Anda. Memperbaiki atau meningkatkan segmentasi pelanggan adalah langkah awal membangun strategi digital marketing yang efektif.

 

Beberapa netizen mengunjungi website Anda siap untuk beli produk, yang lain hanya browsing melihat-lihat apa yang Anda tawarkan atau membaca info postingan Anda. Untuk itu, Anda butuh mengelola konten website Anda untuk merespon minat dan kebutuhan netizen dan memikat mereka dengan info menarik sehingga memungkinkan terjadinya konversi – dari pembaca menjadi prospek dan customer.

Belajar Digital Marketing di Jakarta

Jadi sebelum merencanakan strategi digital marketing dan mempraktekannya, Anda perlu menganalisa profil customer, lihat kebutuhan dan minat mereka pada setiap tahap konversi dan buat konten yang menjawab kebutuhan dan minat mereka.

 

Ingin belajar marketing online lebih dalam? Ikuti webinar dan tutorialnya di KursusSb1m.com

Tips SEO: Alur Pengguna

Tips SEO: Alur Pengguna

Tips Cara Kerja SEO On Page Untuk Website: Alur Pengguna (User Flow)

Proses copywriting merupakan hal yang sangat penting dalam praktek belajar internet marketing. Dalam proses ini ketika Anda menulis untuk website bisnis online Anda, Anda harus menyadari kemana pengunjung webiste atau visitor ingin pergi ke tahap selanjutnya. Ini juga berperan penting dalam optimasi cara kerja SEO On Page untuk website Anda.

 

Mengapa ini penting? Karena sasaran utama Anda adalah menjaga minat dan rasa tertarik mereka selama mungkin. Karena itu, penting secara logis meletakkan link atau tautan pada teks atau banner menuju ke bagian lain atau halaman lain ( yang akhirnya mengarahkan ke halaman konversi).

 

Ada tiga metode yaitu:

1. Dengan tautan atau hyperlink dalam teks;
2. Banner iklan
3. Tombol atau button;

Tips Digital Marketing

Sematan tautan dalam konten Anda. Arus penggunaan oleh pengunjung dalam website Anda adalah hal yang bagus untuk website Anda. Perputaran kunjungan netizen dalam website Anda, dari postingan satu ke postingan lain atau dari halaman satu ke halaman lain dalam website Anda terekam oleh Google dan ini bagus untuk rating website Anda. Ini salah satu cara optimasi SEO on page dari dalam situs Anda agar rangking di Google. Biarkan netizen atau pengunjung memutuskan kemana mereka akan menjelajah. Hal ini pun memperpanjang durasi pengunjung di dalam situs Anda.

Kata Kata Bijak Singkat Design oleh Canva
Gambar didesain dengan Canva

Tambah pengetahuan dan tingkatkan digital marketing skill Anda. Dapatkan tips belajar digital marketing terkini dari para praktisi dengan mengakses KursusSb1m.com.

Pull Marketing vs Push Marketing

Pull Marketing vs Push Marketing

Konsep Strategi Pemasaran Pull Marketing vs Push Marketing dalam Belajar Digital Marketing

Perbedaan Push dan Pull Marketing

Perbedaan utama antara Push Marketing dan Pull Marketing terletak pada pendekatan terhadap customer dilakukan. Pada Push Marketing, idenya adalah mempromosikan produk dengan menyodorkannya ke orang-orang.

 

Untuk Push Marketing, pertimbangkan pemajangan barang yang dijual di toko atau lapak Anda atau menampilkan rak produk dengan diskon. Sedangkan dalam Pull Marketing, ide dasarnya membangun customer yang setia mengikuti Anda atau menarik customer ke produk Anda.

 

Kesimpulannya, Push Marketing membawa produk kepada customer sedangkan Pull Marketing membawa customer ke produk Anda. Ya, imi seperti konsep dorong tarik yang diaplikasikan di marketing.

Apa arti Push Marketing?

Definisi Push Marketing adalah strategi promosi dimana suatu bisnis membawa produk mereka ke pelanggan. Push disini berarti menyodorkan. Menyodorkan produk ke pelanggan.

 

Taktik penjualan yang umum termasuk mencoba menjual barang dagangan langsung ke pelanggan melalui showroom, lapak, toko dan bernegosiasi dengan pengecer untuk menjual produk, atau menyiapkan pajangan produk di tempat penjualan. Juga membayar pihak tengah untuk menampilkan produk-produknya. Dalam peluncuran produk baru, push marketing sering digunakan atau saat ingin produknya tampil menyolok di keramaian atau pasar tertentu.

 

Contoh Push Marketing

Sales menawarkan parfum di pusat perbelanjaan atau mall. Perusahaan parfum tersebut sering menawarkan insentif agar produknya disodorkan ke customer. Taktik ini bisa sangat bermanfaat untuk merek baru yang belum mapan atau untuk produk baru dari merek tertentu yang membutuhkan promosi tambahan. Lagi pula, bagi banyak konsumen, berkenalan dengan parfum tersebut di pusat perbelanjaan atau mall adalah pengalaman pertama mereka dengan produk tersebut, dan mereka tidak akan tahu parfum itu ada jika tak diperkenalkan.

Humor Internet Marketing

Dalam digital marketing bisa dilakulan dengan iklan online tertarget seperti Facebook Ads atau pun Google Adword yang membidik target audiens dengan karakteristik tertentu dan menampilkan iklan Anda kepada mereka.

Apa itu Pull Marketing?

Pull Marketing menerapkan pendekatan yang kebalikannya. Tujuan Pull Marketing adalah membawa customer datang pada Anda. “Pull” di sini berarti menarik. Ya menarik customer ke usaha Anda. Taktik penjualan umum yang digunakan untuk Pull Marketing meliputi promosi media massa, rujukan dari mulut ke mulut, atau pun promosi penjualan yang diiklankan. Dari sudut pandang bisnis, Pull Marketing berupaya menciptakan kesetiaan pelanggan terhadap suatu brand atau merek dan membuat pelanggan datang kembali sedangkan Push Marketing lebih ke arah jualan untuk jangka pendek. Dalam push marketing Andalah yang aktif menyodorkan ke prospek.

 

Contoh strategi dorong dan tarik

Suatu bisnis umumnya akan menggunakan pull marketing jika customer tahu apa yang ia cari atau masalah apa yang ia ingin selesaikan tetapi butuh ditarik ke solusi yang Anda miliki. Dalam pull marketing, Anda memanfaatkan orang yang aktif mencari agar datang ke Anda.

 

Contoh Pull Marketing

Anda sering dapat mengenali kampanye Pull Marketing berdasarkan jumlah iklan yang digunakannya. Butuh budget iklan untuk membuat merek dan produk menjadi dikenal banyak orang. Salah satu contohnya adalah pemasaran mainan anak. Pada tahap pertama, perusahaan mengiklankan produk tersebut. Selanjutnya anak-anak dan orang tua melihat iklan tersebut dan ingin membeli mainan tersebut. Ketika permintaan meningkat, pengecer mulai berebut mencoba untuk menyimpan produk di toko mereka. Dengan demikian, perusahaan berhasil menarik pelanggan ke mereka.

 

Dalam digital marketing, pull marketing menggunakan inbound marketing yaitu mendandani atau memembuat aset digital Anda menarik baik itu website atau video online sehingga orang yang melakukan pencarian online menemukan bisnis Anda. Prosoek masuk dalam funneling Anda entah subscribe tips tips online atau follow akun Anda atau pun install aplikasi Anda.

Pull marketing dalam digital marketing

Ingin belajar cara meningkatkan omzet? Lebih produktif dalam penjualan? Mari bersama kami dalam Webinar Belajar Marketing Online di KursusSb1m.com