pelatihan wirausaha bisnis online | SB1M: Sekolah Kursus Belajar Internet Marketing
Tips Bisnis Online: Fokus Pada Keyword Pencarian Yang Benar

Tips Bisnis Online: Fokus Pada Keyword Pencarian Yang Benar

Tips Bisnis Online Pemula: Fokus Pada Keyword Pencarian Yang Benar

Artikel ini berguna bagi Anda yang ingin belajar internet marketing pemula atau pun belajar bisnis online terutama dalam belajar SEO.


Susah merangking Kata kunci pencarian atau keyword pendek agar nangkring di halaman pencarian pertama Google. Dengan menggunakan jasa SEO mau pun iklan, tentu tak murah.


Apalagi jika tidak relevan dengan ROI ( dalam bahasa Indonesia disebut laba atas investasi ).


Misalnya kata kunci pencarian “domba garut”,  orang yang mengetik kata kunci ini bisa mencari domba dari garut, mencari peternakan domba garut, sate domba garut atau pun jaket kulit domba garut. 

Belajar Internet Marketing Webminar


Dalam praktek belajar SEO dengan metrik yang tepat ( atau mengincar ROI ) harus menggunakan kata kunci tepat sasaran. Anda harus spesifik dalam menggunakan keyword atau kata kunci sesuai topik Anda.


Untuk kata kunci pencarian “Harga domba garut” atau “harga jaket kulit domba”  tentu jika mencantumkan kata harga dalam pencarian cenderung dilakukan oleh mereka yang berniat membeli berbeda dengan kata kunci “peternakan domba garut” untuk mereka yang biasa mencari lokasi peternakan, alangkah baiknya jika Anda pengelola peternakan mengkoneksikannya juga dengan Google Map.


Pikirkan kata kunci yang tepat. Sesuaikan dengan konten, produk, jasa atau apa pun yang Anda kelola. 


Ingin dapat lebih dalam tips dan video tutorial belajar internet marketing melalui email Anda? Bahkan bisa Anda akses lewat HP Anda? Gratis lho. Daftar FREE di KursusSb1m.com

Belajar Digital Marketing: Konten Adalah Alasan

Belajar Digital Marketing: Konten Adalah Alasan

Belajar Digital Marketing: Konten Adalah Alasan

Konten adalah alasan pertama mengapa pencarian dimulai. – Lee Odden 


Dalam praktek ilmu belajar digital marketing, konten entah itu video, foto, gambar, tulisan – baik dalam bentuk hiburan, penjelasan, lapak jualan, adalah hal yang dicari netizen atau pencari informasi online melalui mesin telusur. 


 Baik lewat mesin telusur/ mesin pencari atau search engine seperti Google, Yahoo, atau Bing, netizen mencari informasi yang mereka inginkan dan menemukan hasil penelusuran yang jika diklik akan mengarah ke halaman dengan konten tertentu. Tentu diharapkan konten tersebut sesuai yang ia cari.


Apa saja yang sering dicari oleh netizen terrecord oleh data base Google. Hal ini bisa Anda manfaatkan dengan membuat konten yang memang banyak dicari oleh orang secara online.

Anda juga perlu mengoptimasi konten yang Anda buat dan publikasikan agar mudah ditemukan oleh pencari informasi online. Anda perlu belajar teknik SEO maupun SEM.

Cara Menghadapi Komentar Negatif

Cara Menghadapi Komentar Negatif

Tips Marketing: Cara Menghadapi Komentar Negatif

Dalam praktek belajar bisnis online, tak jarang akan mengalami komentar negatif ketika menjalankan usaha. Berikut cara menghadapi komentar negatif


1. Tanggapan Tujukan Kepada Pemberi Komentar atau Review
Customer atau pelanggan Anda ingin didengarkan secara pribadi. Jadi dalam menyapa, sapa mereka secara pribadi, sebut nama mereka. Jangan hanya gunakan sapaan umum seperti, “Pelanggan Terhormat.”


Karena 76% mereka yang berkomentar melalui Facebook, YouTube, Instagram, atau lewat Google Map, Anda bisa tahu nama mereka, sapa nama saat memberi tanggapan atas komentar mereka.


2. Ucapkan Terima Kasih Tunjukkan bahwa usaha atau bisnis yang Anda kelola menghargai dan menghormati masukan dan komentar. Selalu ucapkan terima kasih dalam menanggapinya meski itu komentar buruk akan usaha atau bisnis Anda.


Contoh balasan terhadap komentar:

“Terima kasih atas masukan Anda. Kami mohon maaf atas pengalaman tidak menyenangkan yang Anda alami. Kami menghargai kebaikan Anda memberitahukan hal ini untuk menjadi perhatian kami.”


“Terima kasih telah menyampaikan hal ini untuk menjadi perhatian kami. Kami mohon maaf atas pengalaman buruk yang Anda alami. Untuk ke depannya, kami akan melayani dengan lebih baik.”


“Terima kasih memberitahukan hal ini kepada kami. Masukan yang Anda berikan membantu kami memperbaiki diri jadi lebih baik. Kami akan memperhatikan hal ini dan memperbaiki hal ini.”

3. Minta Maaf dan BersimpatiMinta maaf menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap customer dan Anda tidak cuek.


Meski bukan kesalahan Anda, adakalanya tetap minta maaf adalah tindakan yang benar. Lagi pula, orang tak suka terhadap bisnis yang menganggap diri sempurna dan terlalu angkuh untuk minta maaf. 
Lakukan ekapresi minta maaf dengan singkat dan manis 🙂 


“Kami mohon maaf jika pelayanan kami tidak memuaskan dan memenuhi harapan Anda.”

“Kami minta maaf jika pengalaman Anda tak sesuai harapan. Kesalahan ada pada kami.”

“Kami minta maaf apa bila layanan kami mengecewakan Anda.”

4. Bertanggungjawab
Jangan ngeless. Meski yang terjadi tak biasa terjadi, insiden sial, hargailah pengalaman customer. Juga, berikan kepastian bahwa Anda akan perbaiki dan memegang teguh standae layanan prima. Contoh kalimat yang bisa Anda gunakan:


“Kami mohon maaf. Standar kami seharusnya memperhatikan hal kecil. Kami sangat menyesal karena hal itu lolos dari pantauan kami.”


“Kami selalu bermaksud memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan. Kami menyesal karena hal ini terlewatkan dari pengawasan kami. Terima kasih telah menyempatkan diri menyampaikan hal ini untuk kami perhatikan. Kami menerima masukan yang membuat kami bisa jadi lebih baik dan memastikan kesalahan ini tak akan terjadi lagi.”


“Terima kasih atas masukan dan aduan dari Anda. Kami menyesal mendengar pengalaman yang Anda alami tak sesuai kualitas yang Anda harapkan. Kami akan menyelidiki hal ini lebih lanjut dan melakukan perbaikan-perbailan.”

5. Perbaiki yang Kurang Berikan respon yang menyelesaikan masalah atau menyoroti masalah khusus yang diangkat dalam review customer. Usahakan sespesifik mungkin dalam memberi perbaikan terhadap pengalaman customer, komunikasikan perubahan atau perbaikan yang Anda lakukan, dalam merespon masukan customer. 
Berjanjilah untuk melakukan perbaikan agar lebih baik di masa yang akan datang:


“Saya mewakili manajemen [ Nama Perusahaan Anda ] memohon maaf atas apa yang telah terjadi. Kejadian yang Anda alami hampir tak pernah terjadi selama ini. Seperti yang bisa Anda lihat pada review  lain tentang kami, kami berusaha memberikan pelayanan prima dan penuh tanggung jawab terhadap customer. Kami tak bisa perbaiki apa yang telah terjari tetapi Anda bisa pegang komitmen kami untuk meningkatkan kinerja staff kami dalam melayani setiap customer. Mohon menerima permintaan maaf dari kami.”

6. Tangani Masalah Secara OfflineAkan lebih baik jika Anda dan customer bicara langsung mengenai masalah yang mereka alami. Untuk itu brand Anda perlu menyediakan info kontak untuk vusyomer sehingga bisa melakukan pengaduan langsung ke kontak tersebut. 


Anda bisa menyampaikan:

Beri kami kesempatan untuk menyelidiki masalah Anda lebih lanjut. Silahkan menghubungi kami melalui telepon [ No Telp] atau email [ alamat email ]. Kami akan bekerjasama dengan Anda untuk menyelesaikan masalah secepat mungkin.”


“Kami mohon maaf jika pengalaman Anda bersama kami tak sesuai harapan Anda. Mohon beritahu kami mengapa atau bagian mana yang tak sesuai harapan Anda sehinggq untuk ke depannya kami bisa berikan pengalaman lebih baik bagi Anda. Anda bisa menghubungi kami lewat email [ alamat email] atau menelpon kami di [ No Telp ]. Sekali lagi terima kasih atas masukan dari Anda.”

7. Minta Kesempatan KeduaJangan tutup pintu terhadap komentar negatif atau keluhan; sambutlah dengan tangan terbuka. Undang mereka untuk datang kembali, saat mereka datang kembali, sambut dengan tangan terbuka.
Anda bisa menggunakan kalimat berikut:


“Terima kasih telah menyampaikan masalah ini untuk menjadi perhatian kami. Kami mohon maaf bila pelayanan kami tidak memenuhi  harapan Anda. Kami akan sangat menghargai kemurahan hati Anda akan kesempatan lain yang Anda berikan dan kami akan memperbaiki diri. Bila Anda berkenan, silahkan menghubungi kami jika di kemudian hari Anda mengunjungi kami.”

Belajar SEO Pemula: Manfaat SEO

Belajar SEO Pemula: Manfaat SEO

Belajar SEO Pemula: Apa Manfaat SEO?

Dalam praktek belajar digital marketing, Pengertian SEO (adalah singkatan dari: Search Engine Optimization) adalah proses atau upaya membuat website Anda rangking lebih tinggi di halaman hasil pencarian info mesin pencari. 


Tak seperti iklan online berbayar seperti Google Ads atau pun Facebook Ads, cara kerja SEO itu gratis. 
Ya, secara teknis sebenarnya gratis. 


SEO gratis jika Anda tak harus membayar konsultan atau perusahaan untuk menaikan rangking website Anda di posisi pertama. 


SEO gratis jika Anda membuat konten baik artikel mau pun gambar sendiri. Tentu ini akan mengeluarkan biaya jika Anda membayar orang untuk menulis 100 bahkan kejar tayang 1000 artikel. 


Sisi baik dari SEO adalah berinvestasi di SEO nantinya akan terus beri timbal balik ke kita. SEO hasilnya bisa jalan terus. Ini pun jika dilakukan dengan benar. Lain halnya jika Anda berinvestasi di iklan online PPC ( Pay Per Click ) Ads, begitu budget habis, hasilnya juga terhenti. Jika Anda berinvestasi dengan SEO walau hasil tak secepat PPC, manfaat SEO masih bisa dirasakan meski Anda berhenti mengeluarkan uang untuk SEO bahkan untuk beberapa tahun ke depan.
Bukan berarti Anda bisa melakukan praktek SEO secara membabibuta.


Pelajari teknik SEO yang merupakan bagian dari belajar internet marketing dalam komunitas kami. Dapatkan FREE TIPS DAN VIDEO TUTORIAL melalui email Anda dengan DAFTAR FREE di KursusSb1m.com

MENGHADAPI KELUHAN DAN KOMENTAR NEGATIF

MENGHADAPI KELUHAN DAN KOMENTAR NEGATIF

Cara Menghadapi Keluhan Pelanggan Dengan Baik dan Menghadapi Komentar Negatif

Dalam praktek belajar internet marketing  dan bisnis online, Anda harus tahu cara menangani keluhan pelanggan dengan baik.


Cara menghadapi komentar negatif bukan hal sepele. Keluhan atau pun komentar buruk menyusahkan bahkan ada yang menyakitkan. Bahkan ada yang terkesan kejam. 

Tempat Kursus Belajar Internet Marketing di Jakarta Sb1m


Wajar jika Anda jengkel atau goyah, tetapi Anda harus tetap cool atau tenang. Jika Anda emosi dan ingin membalas, lebih baik jauhi keyboard Anda dan bersikap bijak. Jangan biarkan emosi negatif mendikte apa yang akan Anda tulis dalam menanggapi komentar negatif.


Berikut beberapa contoh template tanggapan terhadap komentar atau respon negatif:


Yth [ NAMA CUSTOMER] terima kasih memberikan tanggapan dan masukan untuk kami. Kami minta maaf jika pengalaman Anda tidak sesuai dengan apa yang Anda harapkan. Hal ini tidak biasa terjadi dan kami akan melakukan lebih baik.  Silahkan menghubungi langsung kami di [ MASUKKAN KONTAK INFO] untuk menyampaikan kritik, keluhan atau masukan Anda. Respon Anda  bermanfaat bagi kami. Kami akan memperbaiki pelayanan kami jika Anda memberi kesempatan.

Anda bisa gunakan respon di atas untuk menanggapi komentar negatif terhadap usaha Anda tetapi cara Anda merespon bisa bemacam-macam tergantung situasi.

Ketika ada respon atau tanggapan negatif, fokuslah untuk menjalin ikatan secara langsung dengan customer. Tunjukkan niat baik memahami dan bersimpati terhadap apa yang mereka alami. Tawarkan kepada mereka cara mudah untuk berhubungan dengan usaha Anda, termasuk di antaranya masukkan info kontak langsung. 

Belajar Marketing Online: Meminta Tindakan Pembaca

Belajar Marketing Online: Meminta Tindakan Pembaca

Belajar Marketing Online: Meminta Tindakan Pembaca

Dalam praktek belajar marketing online dan bisnis online, ketika membuat postingan blog tentu Anda menulis artikel untuk suatu alasan. Jadikan postingan blog sebagai sarana menjalin hubingan dengan pembaca. Melalui postingan blog beri ajakan atau rangsang pembaca untuk melakukan suatu tindakan. Sebisa mungkin akhiri postingan blog dengan sesuatu yang memicu hasrat pembaca untuk melakukan tindakan yang Anda inginkan – entah ajakan memfollow akun sosmed bisnis Anda, memfollow Facebook Page Anda, ajakan melihat halaman jualan atau lapak online Anda atau berlangganan kiriman info terkini dari Anda.

Hati hati dalam mengajak mereka untuk langsung membeli karena bisa ilfeel.


Menurut Rachel Sprung, Customer Demand Manager HubSpot, Anda bisa meningkatkan konversi dengan memasukkan CTA ( Call to Action ) atau ajakan bertindak kepada pembaca di Blog Anda dalam berbagai macam bentuk, dan bisa bermacam-macam mengarahkan menuju berbagai bagian dari saluran pemasaran Anda.