Belajar Bisnis Online Pemula | SB1M: Sekolah Kursus Belajar Internet Marketing
Belajar SEO WordPress Blogspot dan Website Pemula

Belajar SEO WordPress Blogspot dan Website Pemula

Belajar SEO WordPress Blogspot dan Website Pemula

 

Dalam belajar internet marketing pemula, di antara banyak teknik strategi digital marketing yang paling banyak disalahpahami adalah SEO. Bagi Anda yang belajar digital marketing pasti pernah dengar SEO. Dan, ini PENTING Anda pelajari jika Anda belajar internet marketing dasar atau pemula selain belajar social media marketing. Apa pun niche atau bidang usaha yang Anda geluti, jika ingin produk atau usaha Anda eksis di dunia online atau internet, SEO memegang peran penting.

 

SEO singkatan dari Search Engine Optimization. SEO adalah optimasi situs Anda agar muncul di mesin pencari terutama Google, agar situs Anda mudah dan sering ditemukan di pencarian online. Karena itulah, konten memegang peran besar dalam rangking websute di search engine Google.

Gambar Humor IT SEO Marketing
Humor SEO

Tetapi cara kerja perangkingan dalam SEO agar menang di mesin pencari merupakan misteri, tak sesimpel hanya posting saja. Membutuhkan pekerjaan internal dalam membangun website. Ya, tak sekedar menjadi penulis blog karena SEO tak sekedar konten. Itu yang disebut Inbound SEO.

 

Memahami SEO tak hanya sekedar memahami sains karena hitungannya misteri. Yang bisa dilakukan adalah melakukan aktifitas memperbesar kemungkinan masuknya trafik dengan membangun website baik struktur mau pun postingan yang ramah SEO serta menebar link untuk meningkatkan voting trafik. Tak ada yang 100 persen tahu persis tentang SEO karena selalu berubah algoritmanya sesuai pemilik search engine dan persaingan yang bebas. Google sering merubah algoritmanya. Pesaing Anda juga selalu mengupdate websitenya. Ada banyak sekali vatiabel dalam memenangkan strategi SEO.

 

Tetapi tak usah khawatir, Anda bisa memanfaatkan SEO untuk kesuksesan bisnis online Anda. Selain belajar SEO, Anda bisa belajar dari informasi ilmu SEO dan belajar marketing online update dari komunitas pelaku bisnis online dengan belajar marketing online dasar di KursusSb1m.com

Strategi Dalam Menghadapi Pesaing Bisnis: Pemasaran Online

Strategi Dalam Menghadapi Pesaing Bisnis: Pemasaran Online

Belajar Internet Marketing Sebagai Persiapan Dalam Strategi Dalam Menghadapi Pesaing Bisnis

Saat ini, banyak orang bisa mengakses informasi dan membeli berbagai barang secara online dengan adanya internet. Ya pemasaran online merupakan strategi dalam menghadapi pesaing bisnis saat ini.

 

Mempertimbangkan fenomena ini, ini merupakan peluang bagi Anda sebagai pelaku wirausaha atau pemilik usaha untuk bisa bersaing. Pasar online terbuka bagi pedagang online maupun pemilik usaha kecil menengah.

 

Ya, Anda bisa menggunakan pemasaran online dengan menerapkan strategi internet marketing untuk kemajuan usaha Anda.

Promosi Online strategi memenangkan persaingan
Karikatur Will Work for Food oleh Dana Summers

Manfaat internet marketing bisa menggenjot omzet penjualan Anda dan membuat banyak orang tahu akan kehadiran brand usaha Anda, brand produk atau pun jasa Anda.

Tunggu apa lagi. Saatnya belajar internet marketing dasar. Daftarkan email dan dapatkan kiat-kiat dan tips belajar marketing online melalui email Anda dengan daftar FREE di KursusSb1m.com

Belajar Internet Marketing: Evaluasi Kinerja Pemasaran SEO

Belajar Internet Marketing: Evaluasi Kinerja Pemasaran SEO

Belajar Internet Marketing: Evaluasi Kinerja Pemasaran SEO

Sama seperti halnya manusia, tak ada website yang sempurna. Entah dari segi fitur, tampilan atau dari sudut pandang optimasi di search engine atau SEO.

 

Tapi ini bukan berarti bahwa sebagai pemilik bisnis online tidak memberikan yang terbaik bagi netizen. Jika Anda memiliki website, lakukan audit dan cek sana sini secara teratur. Anda perlu melakukan evaluasi kinerja pemasaran atau marketing online. Misalnya cek apakah bannernya muncul, apakah semua halamnnya tampil dan apakah ada broken link. Apakah website Anda terindex di Google?

 

Dulu banyak yang baru belajar internet marketing pemula melakukan SEO atau optimasi website di mesin pencari hanya untuk coba-coba. Mereka buat lalu lupakan dan lihat hasilnya jika tak bagus mereka tinggalkan.

SEO bukanlah kegiatan “set and forget”. Bangun bisnis kok coba-coba. Anda butuh ketekunan, kesabaran dan kecermatan dalam membangun bisnis online. Anda perlu melakukan penyaduan, menambah dan menghapus sesuatu secara berkala. Apa lagi jika itu berhubungan dengan perubahan algoritma Google.

 

Dalam kompetisi di search engine Google, rajin dalam memelihara dan menambah postingan di website bisnis online memegang peran penting. Artikel yang dulu posisi no 3 di mesin pencari Google, bisa saja jatuh ke posisi 8, karena persaingan SEO dengna kompetitor.

Cara Membuat Rencan Kerja Harian Untuk Konten Bisnis Online

Cara Membuat Rencan Kerja Harian Untuk Konten Bisnis Online

Cara Membuat Rencana Kerja Harian untuk Konten:Content Plan

Dalam belajar bisnis online atau internet marketing, Temukan topik yang menarik bagi pembaca. Jadikan ini sebagai acuan jadwal pembuatan dan posting konten website Anda. Cari tahu bagaimana konten website Anda bisa membantu mereka. Apa masalah yang mereka hadapi? Informasi berharga apa yang bisa Anda tawarkab ke mereka?

 

Pertimbangkan hal di atas dan wujudkan dalam topik blog. Setelah itu lakukan riset kata kunci pencarian untuk topik tersebut dan menulislah dengan memasukkan kata kunci tersebut.

INGAT jika pembaca tak suka isi blog Anda, search engine juga tak menyukainya.

 

Jadikan blogging menjadi kebiasaan Anda dengan praktek, praktek, dan praktek. Sebagai pemula, sasaran utama Anda janganlah menduduki rangking tinggi di search engine, misalnya Google. Tetapkan target jumlah postingan seminggu dalam blogging. Ingat rangking di search engine atau mesin pencari bukanlah tujuan akhir tetapi sarana untuk meraih hasil akhir yaitu hasil atau ROI. Ukur juga keefektifan konten Anda, berapa banyak pengunjungnya.

Cara Menulis Iklan yang Baik: GAYA IKLAN PERCAKAPAN

Cara Menulis Iklan yang Baik: GAYA IKLAN PERCAKAPAN

John Caples, kelahiran New York 1 Mei 1900, perintis dalam menerapkan metode ilmiah dalam periklanan, menyebut cara menulis naskah iklan gaya percakapan ini dengan “You and Me” atau “Aku dan Kamu.”

 

Gaya penulisan naskah iklan ini mengajak Anda menulis naskah iklan seolah-olah ada percakapan antara dua orang: copywriter atau penulis naskah iklan dan prospek atau calon customer.

 

Gaya bahasanya tak jauh beda dengan gaya bahasa salesman yang duduk memprospek customer atau calon pembeli saat makan siang sambil presentasi. Pendekatan langsung yang diterapkan mencoba mengidentifikasi pembaca seolah mencoba mengenali calon pembeli, misalnya dengan mengatakan, “Aku mengerti perasaanmu. Saya juga merasakan hal yang sama. Tetapi semua berubah saat saya menemukan solusi dari masalah ini.”

 

Anda tak perlu jadi ahli periklanan untuk membuat naskah iklan gaya percakapan atau convertational copy. Dengan hasrat membara akan apa yanh coba Anda promosikan memberi nafas pada halaman iklan Anda. Anda bisa merekam percakapan tentang suatu produk dan menulisnya dalam bentuk percakapan, serta menggunakannya sebagai draf kasar.

Praktek dalam menulis iklan atau penawaran produk atau pun jasa, merupakan hal wajib untuk dipelajarai ketika Anda praktek belajar internet marketing meskipun Anda pemula. Karena selain trafik, iklan yang memikat menggiring ke arah konversi tinggi.

Sb1mNetpreneur.com

Cara Mengatasi Hambatan Dalam Penjualan

Cara Mengatasi Hambatan Dalam Penjualan

Cara Mengatasi Hambatan Dalam Penjualan dan Kendala dalam Promosi

“Every sale has five basic obstacles: no need, no money, no hurry, no desire, no trust.” ~Quote by Zig Ziglar

Setiap penjualan memiliki 5 hambatan dasar: tidak butuh, tidak ada uang, tidak harus segera, tidak ada hasrat atau minat, dan tidak percaya. ~ Zig Ziglar

 

Baik dalam berjualan biasa maupun dalam belajar bisnis online, Anda perlu belajar mengatasi hambatan dalam memasarkan produk atau jasa Anda. Mengatasi hal ini mari kita kupas satu per satu:

Tempat Kursus Belajar Internet Marketing di Jakarta Sb1m

1. Tak Ada Kebutuhan
Orang tidak membeli karena tidak butuh. Benar! Tetapi ada fenomena, pembeli membeli sesuatu karena mereka menyukainya walau tak butuh. OK, kita fokus pada kata “tak butuh.” Orang bahkan mungkin Anda sendiri punya banyak keinginan tetapi tak semua bahkan mungkin banyak dari apa yang diinginkan bukanlah apa yang kita butuhkan. Misalnya orang gemuk yang ingin kurus tetapi selalu ingin beli gorengan untuk ngemil. Ngemil gorengan adalah keinginan. Padahal ia butuh makanan yang lebih sehat seperti buah-buahan antara lain Apel, Melon, dan buah naga. Ia tak sadar akan kebutuhannya akan makanan sehat. Atau orang mencari info tentang obat pelangsing penghilang lemak atau operasi sedot lemak, ia ingin langsing tetapi yang ia butuhkan sebenarnya cara yang lebih sehat, yang ia butuhkan adalah cara pola hidup sehat dan program pola makan dengan nutrisi sehat dan tepat yang tak hanya melangsingkan tubuh tetapi lebih menyehatkan tubuh. Atau orang yang ingin mulai berwirausaha mencari info tentang barang apa yang laku dijual padahal masalahnya adalah dia tidak tahu caranya berjualan. Nah, dalam hal ini, sebagai pemasar tugas Anda adalah menyadarkan orang akan kebutuhannya.

 

2. Tidak Ada Uang
Kurangnya budget, tidak ada uang, atau tak dibudgetkan untuk membeli produk atau jasa dari Anda tak jarang merupakan hal yang membuat mereka menjadi customer Anda. Orang yang tak punya uang, tidak berbelanja. Bahkan mereka yang menolak untuk membeli dengan alasan tidak punya uang masih membeli hal-hal yang bukan kebutuhan pokok, seperti nonton bioskop, travelling, pergi ke restauran untuk makan makanan enak yang tak murah.

Nah, tugas Anda adalah membantu mereka menyadari bahwa jika mereka memiliki produk tertentu atau menggunakan jasa tertentu yang Anda tawarkan mereka akan mendapatkan menfaat dan itu lebih memudahkan hidup mereka, membuat lebih nyaman, dan membuat diri mereka lebih spesial.

Tonjolkan fitur dan manfaat produk Anda, bahwa produk Anda bagus untuk dibeli.

Jika terlalu mahal merupakan alasan untuk tak membeli, jangan terpancing untuk turun harga, ungkapkan bahwa itu harga yang masuk akal dengan memberikan beberapa fitur dan manfaat lebih dari produk atau jasa Anda dibandingkan dengan yang lain.

Jika bukan karena tak punya uang atau tak mampu membeli, tetapi karena budget calon customer Anda tidak dialokasikan untuk membeli dari Anda, jika ia bisa melihat dan memahami manfaat lebih dari produk atau jasa Anda, mungkin bukan saat itu, tetapi suatu saat ia jadi customer Anda pada saatnya.

 

3. Tak Harus Segera Beli
Anda asli Jakarta? Apakah pernah masuk ke monumen monas sampai ke atas? Atau mungkin Anda orang Jogja? Apakah Anda pernah pegang tugu Jogja? Jika jawabannya sudah pernah, selamat ya! Jika belum bisa jadi Anda tak tertarik atau bisa saja Anda berpikir toh kapan-kapan Anda bisa ke sana dan lakukan itu. Tetapi bagi turis atau wisatawan yang berkunjung di Jogja atau Jakarta dalam waktu hanya beberapa hari, bisa saja Anda tak akan lewatkan kesempatan untuk masuk ke Monas di Jakarta atau foto-foto sambil pegang Tugu Jogja yang bagi orang yang tiap hari melihatnya mungkin belum pernah lakukan itu. Mungkin karena tak tertarik karena tiap hari melihatnya atau mungkin sebenarnya tertarik tetapi Anda berpikir, “Toh kapan pun Anda bisa melakukan ini.”

Jumlah pengunjung saat diskon saat menjelang lebaran padat dibanding hari biasa. Jumlah pengunjung saat festival juga lebih ramai. Itu karena adanya batas waktu. Diskon baju menarik ada saat tertentu saja sehingga pengunjung berebut untuk segera beli sebelum kehabisan. Atau pengunjung berbondong-bondong datang ke festival yang ada panggung hiburan gratis karena hanya saat itu ia bisa menonton hiburan gratis dan membeli dari berbagai booth dengan penawaran menarik yang terbatas waktunya.

Ketika pembeli sadar bahwa mereka harus segera beli, hal itu mendorong mereka membeli. Diskon pada pekan tertentu, menyadari bahwa harga akan naik atau bisa kehabisan produk yang ingin membeli, memotivasi mereka untuk segera membeli.

4. Tak ada hasrat atau minat
Ya, ini hambatan umum dalam menjual produk atau pun jasa. Orang tak berhasrat atau berminat untuk beli atau kebetulan kita menawarkan orang-orang yang tidak berminat akan produk atau jasa yang kita jual. Tak hanya terjadi ketika berjualan bertemu customer atau pun penjualan sales door to door, atau pun telemarketing dengan cold calling, tetapi juga terjadi dalam pemasaran atau penjualan online, mengapa tak closing-closing. Nah, sebagai pemasar, peran Anda adalah sebagai perantara untuk memunculkan hasrat dan minat calon pembeli. Munculkan pemikiran pada orang-orang akan pentingnya dan manfaat apa yang Anda jual kepada mereka, kegunaan dan kegembiraan apa yang mereka peroleh jika mereka beli apa yang Anda jual, apa resiko yang terjadi jika mereka tidak memiliki produk Anda, serta menyesuaikan produk dan jasa sesuai minat dan hasrat mereka. Dalam hal ini tergeting dalam pemasaran sangat penting. Pastikan Anda membidik orang yang tepat sasaran pasar. Nah, dengan belajar pemasaran online, Anda bisa mengarahkan penjualan dan membidik target audience atau pun target customer sesuai minat dan hasrat mereka.

Belajar Digital Marketing di Jakarta

5. Tidak Percaya
Orang cenderung mau menuruti akan apa yang ia percaya. Ketidakpercayaan customer akan apa yang Anda jual apalagi terhadap diri Anda merupakan sebuah tantangan. Dalam berjualan walau itu berjualan online, Anda harus bisa membuat percaya akan produk dan diri Anda. Nah, testimoni atau kesaksian akan manfaat produk, atau foto bahwa Anda telah mengirim pesanan ke banyak orang juga merupakan cara menumbuhkan rasa percaya pelanggan. Interaksi dengan calon pembeli juga menambah rasa percaya mereka terhadap Anda.

 

KursusSb1m.com