Belajart Marketing Online | SB1M: Sekolah Kursus Belajar Internet Marketing
Belajar Menjadi Sales Pemula vs Internet Marketing

Belajar Menjadi Sales Pemula vs Internet Marketing

Jika Anda sedang belajar jadi sales pemula, Anda perlu baca artikel ini.Menjadi penjual yang agresif berarti Anda siap ditolak. Bahkan sering menghadapi penolakan. Tak bisa dipungkiri. Tak ada seorang sales atau tenaga marketing yang rasio closingnya 100 persen. Bahkan mereka yang merasa terganggu bisa menghindar atau mengusir Anda, terutama jika Anda melakukan penjualan tatap muka atau pun promosi sales door to door.

Bahkan cold calling yaitu menelpon menawarkan produk ke prospek, yang kadang dilakukan sales kartu kredit mau pun asuransi, tak jarang mengalami penolakan. Yang ditelpon akan merasa terganggu bahkan menutup telpon.

 

Beberapa tenaga penjual atau salesman terlalu ngarep. Mereka terlalu lama menghabiskan waktu mereka berkutata pada prospek yang tak berminat akan produk yang mereka tawarkan. Selain membuat prospek jadi sebel, tentu ini akan buang-buang waktu Anda. Ingat, waktu sangat berharga.

 

Mengapa menghabiskan banyak waktu pada penolakan?
Jawabnya karena menjual produk pada orang yang tidak tertarik pada produk tersebut atau pun manfaat produk tersebut, atau tertarik pada hal hal yang berhubungan dengan produk yersebut atau pun mereka yang tidak membutuhkan produk tersebut.

 

Nah, dengan belajar marketing online atau belajar internet marketing, , Anda bisa membidik mereka dengan minat dan ketertarikan tertentu. Anda tak kumpulkan no telpon dan menelpon mereka satu-satu atau mendatangi rumah mereka, menjual produk promosi door to door. Andalah yang akan dihubungi prospek yang berminat akan produk Anda. Anda lah yang akan dicari dan dikontak calon pembeli yang mencari solusi dari Anda.

 

Sudah tak zaman ngarep pada mereka yang tak berminat membil. Saatnya move on. Saatnya memanfaatkan teknologi untuk penjualan yang efektif. Saatnya belajar pemasaran online.

Belajar Marketing Online: Konten Bagus Cukupkah?

Belajar Marketing Online: Konten Bagus Cukupkah?

Konten yang bagus, seperti halaman website dengan tulisan menarik, desain yang menggoda, gambar yang memikat atau video yang memukau, merupakan hal yang penting dalam belajar bisnis online. Tetapi jika kita tak mempromosikannya, maka tak ada yang melihat, tak ada pengunjung dan tak ada gunanya.

 

Promosi merupakan apa yang membawa konten yang bagus ke hadapan orang.

Belajar Digital Marketing di Jakarta

Ya, dalam belajar marketing online, tentu Anda akan diajarkan teknik promosi online, baik itu dengan optimasi website di mesin pencari seperti Google, teknik ini disebut SEO, yang merupakan bagian dari SEM atau Search Engine Marketing, atau dengan SMO atau optimasi di jejaring sosial online.

Cara No 1 di Google dengan Menulis Konten

Cara No 1 di Google dengan Menulis Konten

Konten yang bagaimanakah yang membantu cara menaikan rating di Google?

 

Berikut beberapa tips menulis konten dalam praktek belajar pemasaran online untuk pemula:

 

Postingan yang relevan. Relevan dengan apa? Relevan dengan topik dan bidang usaha website Anda. Relevan dengan produk yang Anda jual. Relevan dengan kebutuhan customer.

 

Relevan, juga berarti Anda menggunakan frase atau kata kunci pencarian yang tepat pada postingan Anda. AWAS jangan terpancing untuk membuat tulisan Anda hanya sebagai gudang kata kunci pencarian yang tak bisa dipahami isinya oleh pembaca.

 

Penempatan kata kunci pencarian atau keyword baik pada judul mau pun sub judul atau pun pembuka artikel memegang peranan. Banyaknya kata dalam artikel Anda pun punya andil dalam mendatangkan trafik. Artikel Anda akan dianggap kaya informasi terutama jika artikel Anda bikin betah membaca.

Belajar Internet Marketing Webminar

Mendalam dan menyeluruh, bahasa kerennya komprehensif. Sepanjang isi website Anda, postingan Anda seyogyanya menggali lebih dalam topik yang menjadi fokus Anda. Jangan hanya di permukaan saja, Anda harus menarik pembaca untuk nyemplung menyelam lebih dalam. Selami setiap sudut dan celah dan sudut pandang dari apa yang Anda bahas. Gali dan munculkan mutiara kebijakan bagi pembaca. Tak hanya munculkan sekedar pengetahuan tapi juga filosofinya.

Contoh Pengukuran Hasil Belajar Marketing Online

Contoh Pengukuran Hasil Belajar Marketing Online

Contoh Pengukuran Hasil Belajar Marketing Online

“Apa yang bisa diukur, bisa ditingkatkan.”
Peter Drucker, American management consultant, pendidik, dan penulis buku.

Dalam belajar marketing online, Anda tak hanya mempraktekan jurus-jurus pemasaran online atau internet marketing. Mengoptimasi website toko online dan social media Anda, tetapi juga perlu melihat dan mengukur hasil dari usaha Anda.

 

Sebagai contoh apa sih yang diukur?
Berapa banyak orang yang klik ke website Anda?
Halaman atau postingan mana saja yang trafficnya banyak?
Berapa banyak yang merespon iklan Facebook Ads atau Google Adword Anda?
Berapa banyak like terhadap postingan Anda?

 

Untuk mengukur hasil pemasaran online Anda atau hasil belajar internet marketing Anda, Anda bisa melakukannya dengan tools atau alat yang gratis mau pun berbayar.

Belajar Internet Marketing di SB1MNetpreneur.Com
Belajar Internet Marketing di SB1MNetpreneur.Com

Anda bisa menggunakan statistik di WordPress, Google Analytics, atau pun statistik di social media seperti Facebook.

 

Jika hasilnya kurang, Anda bisa perbaiki konten dan postingan website Anda. Jika hasilnya memuaskan, Anda bisa duplikasi untuk langkah pemasaran online selanjutnya.

KursusSb1m.com