Cara Menawarkan Produk Agar Konsumen Tertarik: Ingat Manfaat | SB1M: Sekolah Kursus Belajar Internet Marketing
Gaya Menulis Iklan: JURUS LEBAY

Gaya Menulis Iklan: JURUS LEBAY

Cara menulis iklan atau cara menawarkan produk dengan cara melebih-lebihkan keunggulan produk menjadi superior disebut Superlatif Copy atau naskah iklan superlatif atau iklan dengan Jurus Lebay.

 

Sebenarnya saat Anda melebih-lebihkan sesuatu sehingga kedengaran heboh, tanpa Anda sadari, Anda telah melakukan hal ini.

 

Contoh Iklan:

“Cara revolusioner belajar marketing online mengantarkan Anda menjadi pebisnis online yang handal”

“Luar biasa, program revolusioner menurunkan berat badan dalam 20 hari. Keajaiban dari diet superfood tanpa lapar. Langsing dan menyehatkan. Ratusan orang telah menbuktikannya.”

“Memukau nalar, mengguncang iman.”

“Mantap baksonya, hemat bayarnya. Bakso daging asli terenak.”

 

Akan lebih baik jika dalam melebih-lebihkan khasiat atau sensasi produk Anda, Anda memberikan bukti yang mendukung. Bukti yang Anda berikan bisa berupa statistik, kesaksian atau testimonial, atau hasil riset.

Dalam belajar marketing online, judul dengan jurus lebay diperlukan untuk memancing klik dan kunjungan ke halaman penawaran produk Anda. INGAT jangan sampai menyesatkan.

Cara Menawarkan Produk ke Konsumen: Dramatisir Masalah

Cara Menawarkan Produk ke Konsumen: Dramatisir Masalah

Salah satu cara menawarkan produk atau jasa ke konsumen adalah dengan rumus penawaran barang sebagai berikut:

Memperkenalkan Masalah + Mendramatisir Masalah + Berikan Solusi

 

Mendramatisir masalah membuat naskah iklan Anda mengeliminasi mereka yang bukan prospek ideal Anda. Hanya mereka yang menginginkan janji Anda atau sedang berjuang keras mengatasi masalah tersebut yang akan membaca.

 

Perlu diingat: mereka terus membaca jika Anda meyakinkan mereka bahwa Anda memahami masalah mereka dan Anda memiliki solusi yang dapat dipercaya. Penting bagi Anda untuk membangun rapor secara dini dalam promosi Anda.

 

Jika Anda menerapkan rumus promosi ini, mulailah dengan membahas masalah. Bangunlah kredibilitas Anda dengan memperlihatkan bahwa Anda memahaminya, dan telah menyelesaikannya, serta berbagi pengetahuan dari keahlian Anda.

Tempat Kursus Belajar Internet Marketing di Jakarta Sb1m

Pastikan Anda memberi banyak informasi untuk mendukung solusi Anda dan berikan bukti yang dapat dipercaya bahwa solusi yang Anda berikan berhasil. Ajaklah mereka membayangkan jalan yang lebih baik dari yang Anda tawarkan. Ini akan membuat mereka siap membeli.

 

Dalam belajar internet marketing, Anda bisa menerapkan rumus di atas baik untuk halaman penawaran, landing page mau pun naskah iklan ads online.

Belajar Pemasaran Online: Cara Menawarkan Produk Agar Konsumen Tertarik

Dalam isi halaman penawaran atau pun sales letter, lebih dahulu ungkapkan kepada prospek tentang apa yang Anda tawarkan ke mereka. Buat mereka menginginkan ptiduk atau jasa Anda. Berpikirlah seperti prospek, calon pelanggan atau klien, ketika Anda menawarkan produk atau jasa dan selalu jawab pertanyaan dari sudut pandang pelanggan atau prospek, “Untuk Apa Produk atau Jasa Ini Bagi Saya?” Dengan kata lain, kemukakan apa manfaatnya bagi prospek atau customer dengan membeli produk atau membayar jasa Anda.

 

Contoh:
“Jaket Kulit Domba Asli, awet tahan lama, melindungi tubuh saat dingin dan berkendara, tak sumuk dipakai di bawah terik matahari.”

 

“Program menurunkan berat badan 20 hari tanpa lapar.”

 

Beranilah mengemukakan manfaat produk atau jasa Anda. Mereka yang tertarik akan baca detailnya.

Gunakan daftar point-point manfaat dalam melakukan penawaran agar mudah dibaca.

Ingat penawaran tak harus singkat tetapi permudah mereka dalam membaca cepat dengan ukuran font yang lebih besar untuk hal-hal inti dan menarik dari manfaat yang Anda tawarkan.

Tempat Kursus Belajar Internet Marketing di Jakarta Sb1m

Mempelajari Cara Menawarkan Produk Agar Konsumen Tertarik dan mempraktekannya, meurpakan hal yang wajib dipelajari dalam belajar pemasaran online. Dalam pemasaran online menawarkan barang dilakukan dengan social media seperti postingan di Facebook, kicauan Twitter, di halaman Landing Page atau halaman penjualan di website kita mau pun melalui email marketing.

KursusSb1m.com

Cara Menulis Sales Letter: Bukti

Cara Menulis Sales Letter: Bukti

Berikan Bukti Tak Sekedar Janji

 

Salah satu bagian dari cara menulis sales letter adalah dengan memberikan bukti. Sales letter baik dalam email marketing mau pun halaman penawaran, sangat penting dalam praktek belajar pemasaran online.

Tempat Kursus Belajar Internet Marketing di Jakarta Sb1m

Baik dalam halaman surat penawaran mau pun website, perlu Anda masukkan mereka yang telah puas akan layanan atau produk Anda. Testimonial atau kesaksian atau pernyataan dari customer akan layanan dan produk Anda merupakan cara memupuk tumbuhnya pembicaraan positif tentang produk atau layanan Anda dan ini bisa menjadi buah bibir yang positif.

 

Keberanian memberikan bukti bisa dilakukan dengan demo, memberi garansi atau memberilan trial atau uji coba bagi customer.

 

KursusSb1m.com

Cara Menawarkan Produk Agar Konusmen Tertarik: Ingat Manfaat

Salah satu cara menawarkan produk agar Konusmen tertarik adalah dengan memilih kata kata yang tepat untuk menawarkan produk. Alangkah baiknya jika Anda menjawab pertanyaan pembaca, “Apa gunanya untukku?”

 

Setiap hari kita dibombardir dengan informasi penawaran seperti papan iklan, tayangan komersial, email penawaran dan iklan di social media yang mencoba menjual sesuatu. Anda bisa berdiri kokoh dengan bukan jualan tetapi menawarkan manfaat.

 

Orang tak suka dijualin. Mereka tak beli produk atau jasa tetapi bersedia merogoh kocek untuk hal yang bermanfaat bagi mereka.

Tempat Kursus Belajar Internet Marketing di Jakarta Sb1m

Ingat, dalam belajar jualan online, Anda tak jual suplemen dengan bahan sayuran dan buah-buahan organik, tetapi Anda jual manfaatnya untuk melangsingkan dan menyehatkan tubuh. Anda tak jual kaos tetapi Anda menjual kebanggaan orang yang memakainya. Anda tak jual smartphone tetapi Anda menjual kesenangan ketika orang berfoto dan kemudahan berkomunikasi. Ini dua pendekatan yang jelas berbeda.

KursusSb1m.Com