Cara Menulis Headline | SB1M: Sekolah Kursus Belajar Internet Marketing

6 Cara Menulis Headline Paling Simpel dan Efektif

6 Cara Menulis Headline Paling Simpel dan Efektif

Rata-rata, orang 5 kali lebih banyak membaca Headline dibanding membaca isi berita atau artikel.

Pengguna Internet sehat indonesia

Headline menentukan menarik atau tidaknya konten untuk dibaca. Headline sangat sangat penting. Para mastah copywriter menghabiskan banyak waktu untuk membuat headline dan paragraf pembuka.

Mengapa mereka anggap headline itu sangat penting? Karena jika Headline tidak dapat mencuri perhatian pembaca, apalagi kontennya. Tanpa headline yang kuat, pembaca tidak akan membaca sisa isi konten yang Anda buat betapapun bagusnya.

Situs berita dan budaya Upworthy.com melaporkan sebagian besar traffic terjadi karena kata-kata yang mencubit pada headline.

Berikut 6 Cara Terbukti Menulis Headline Yang Lebih Baik dan Efektif

Jadi, jika Anda menulis Headline, ingat tips berikut.

(1) Gunakan Angka. Headline atau Judul dengan Angka memancing 2 kali klik dibanding yang biasa-biasa saja. Menurut postingan di  Moz.com, headline “30 Cara Membuat Minuman Teh Lebih Nikmat” mencapai 36% clikc sedangkan “Cara Membuat Teh Lebih Nikmat” hanya mencapai 15 persen.

Bahkan, dianjurkan menggunakan angka bilangan ganjil. Menurut Content Marketing Institute, “Headlines mengandung angka bilangan ganjil, 20 persen kliknya lebih tinggi dibanding angka genap.”

(2) Headline diajurkan antara 8 sampai 18 kata. Tapi ini untuk Bahasa Inggris.  Untuk Bahasa Indonesia sekitar 6 sampai 8 kata. Karena orang akan fokus pada 3 kata pertama dan 3 kata sisanya.

(3) Gunakan superlative… seperti PALING, awalan TER-, tapi berpasangan. Seperti menggunakan kata “TERBAIK” dan “TERKEREN” secara bersamaan dalam headleina. Misal: 7 Smartphoone Android Terbaik dan Terkeren 2014.

(4) Memunculkan RASA TAKUT. Saya kurang suka cara ini tetapi elemen “KETAKUTAN” atau sesuatu yang “NEGATIF” pada headline sering mendapat hasil. Sebagai ganti saya lebih suka elemen “MIMPI” dan “RASA NIKMAT”.

Menurut surbei Outbrain  negative superlatives (seperti “Jangan” “awas” “hati-hati” atau “Terburuk”) memikat lebih dari 30% dibanding kata-kata yang positif.

(5) Gambar bikin artikel lebih joss. Anda pasti sudah tahu tapi umumnya orang merespond gambar lebih banyak dibanding hanya tulisan.  Menurut The Guardian, respon terhadap gambar didekat Headline lebih banyak 27 persen.

(6) Gunakan Huruf Besar di Awal Kata Pada Headline.

————-

NB: Mari gabung di komunitas pebisnis online dan internet marketer SB1M  dan belajar intenet marketing di KursusSB1M.Com

300 kedua