Cara Menulis Iklan | SB1M: Sekolah Kursus Belajar Internet Marketing
Belajar Marketing Online: Ide Iklan Produk

Belajar Marketing Online: Ide Iklan Produk

Menurut Adam Audette, Chief Knowledge Officer, RKG, konten adalah apapun yang memberi kumpulan pengalaman. Tak sekedar itu, Anda akan menyadari bahwa Anda tak dapat benar-benar tahu membuat jenis konten seperti apa sampai Anda memahami jenis konten mana yang diinginkan orang. Inilah cara mendapatkan ide iklan produk.

 

Dalam belajar marketing online, Anda perlu perhatikan ide iklan mana yang menarik. Cobalah buka facebook Anda, sambil scroll melihat-lihat update status teman-teman Anda. Ketika Anda terhenti karena postingan konten visual diantara barisan status teman-teman Anda dan ternyata konten itu iklan, perhatikan mengapa Anda terhenti, apa yang menarik, liat berapa banyak yang like dan share, jika toh Anda tertarik untuk klik lebih dalam perhatikan mengapa Anda tertarik. Hal yang menarik dari postingan atau iklan tersebut patut Anda duplikasi. AWAS Duplikasi  ya, bukan Copy Paste.

Tempat Kursus Belajar Internet Marketing di Jakarta Sb1m

Gaya Menulis Iklan: JURUS LEBAY

Gaya Menulis Iklan: JURUS LEBAY

Cara menulis iklan atau cara menawarkan produk dengan cara melebih-lebihkan keunggulan produk menjadi superior disebut Superlatif Copy atau naskah iklan superlatif atau iklan dengan Jurus Lebay.

 

Sebenarnya saat Anda melebih-lebihkan sesuatu sehingga kedengaran heboh, tanpa Anda sadari, Anda telah melakukan hal ini.

 

Contoh Iklan:

“Cara revolusioner belajar marketing online mengantarkan Anda menjadi pebisnis online yang handal”

“Luar biasa, program revolusioner menurunkan berat badan dalam 20 hari. Keajaiban dari diet superfood tanpa lapar. Langsing dan menyehatkan. Ratusan orang telah menbuktikannya.”

“Memukau nalar, mengguncang iman.”

“Mantap baksonya, hemat bayarnya. Bakso daging asli terenak.”

 

Akan lebih baik jika dalam melebih-lebihkan khasiat atau sensasi produk Anda, Anda memberikan bukti yang mendukung. Bukti yang Anda berikan bisa berupa statistik, kesaksian atau testimonial, atau hasil riset.

Dalam belajar marketing online, judul dengan jurus lebay diperlukan untuk memancing klik dan kunjungan ke halaman penawaran produk Anda. INGAT jangan sampai menyesatkan.

Teknik Iklan Berkesan dan MAK JLEB

Teknik Iklan Berkesan dan MAK JLEB

Teknik Iklan Berkesan: Tulisan Naskah Puitis Yang Mak Jleb

 

Penulis dengan tulisan puitis yang Anda kenal sebut saja Ernest Hemingway atau Chairil Anwar. Bukan berarti dalam menulis naskah iklan atau postingan blog harus menyamai kemampuan berpuisi mereka atau menulis puisi tetapi kita bisa meniru gaya puitis para sastrawan dalam mengajar, dalam hal ini memberi edukasi pada pembaca, dan berjualan online.

 

INGAT banyak orang tak suka digurui dan tujuan Anda bukan meyakinkan mereka bahwa Anda pintar tetapi memberikan edukasi atau transfer pengetahuan atau menyampaikan pandangan dan bejualan online dengan naskah jualan kita.

 

Anda praktek belajar jualan online atau praktek belajar marketing online dengan gaya. Anda perlu mendandani sifat penjual yang agresif menjadi puitis.

 

Naskah jualan puitis menggunakan iklan sebagai sarana mencapai tujuan akhir, yaitu closing penjualan, dan iklan sebagai keindahan kata dan desain.

 

Dengan kata lain, jika Anda membuat naskah iklan puitis kombinasikan gaya dengan jualan. Pemasaran membutuhkan olah kata dan kreatifitas. Anda bisa menampilkan dengan kalimat puitis pendek atau bercerita dengan memberi solusi.

Dalam hal ini sebagai penulis iklan atau copywriter, Anda adalah pujangga.

 

Sajak, irama dan pengulangan menghiasi tulisan naskah iklan Anda menjadi enak dibaca dan persuasif.

PENULISAN NASKAH IKLAN ONLINE: UGLY  TRUTH

PENULISAN NASKAH IKLAN ONLINE: UGLY TRUTH

Lucuti diri Anda dan ungkapkan kelemahan. Salah satu penulisan naskah iklan atau cara menawarkan produk adalah dengan mengungkapkan kenyataan buruk tentang produk Anda. Kenyataan buruk ini yang dalam bahasa inggris disebut Ugly Truth. Mungkin Anda pernah nonton film komedi romantis Ugly Truth.

Film Ugly Truth

Gaya penulisan naskah iklan penawaran ini disebut Gaya Naskah Frank atau Frank Copy.

 

Pendekatan ini tak dimulai dengan hiasan indah barang yang Anda jual tetapi diawali dengan menampilkan kelemahan atau keburukannya.

 

Dalam kehidupan sehari-hari mungkin tanpa Anda sadari Anda pernah melakukannya, yaitu dengan melucuti diri Anda dari pembelaan diri dan mengemukakan kelemahan Anda sehingga pendengar atau lawan bicara Anda menjadi tak protektif dan cenderung menjadi kurang agresif.

 

Misalnya,
Peluang usaha wirausaha bisnis online ini bukanlah skema bisnis cepat kaya atau bisnis otomatis kaya. Perlu ketekuanan dan kemauan untuk terus belajar dan praktek. Jika Anda rajin mempraktekan jurus-jurus pemasaran online dan langkah-langkah membangun bisnis online yang kami bagikan, Anda berpotensi memperluas jaringan pemasaran Anda, mendapat customer-customer baru, yang ujung-ujungnya pendapatan Anda meningkat dan bisnis Anda berkembang.

 

Apel ini memang tak tahan lama karena tak kami poles dengan pengawet. Apel kami merupakan buah yang ditanam secara organik dan tak dilapisi lilin atau bahan kimia pengawet lainnya.

 

Jaket ini memang lebih mahal dari kebanyakan jaket lain dan tidak boleh dicuci tetapi kami berani jamin bahwa jaket ini jaket kulit domba asli, bukan sintetis, yang tentu lebih awet dibanding bahan sintetis. Jaket ini tidak sumuk ketika dipakai diterik matahari tetapi melindungi tubuh Anda dari hawa dingin.

 

Hal yang menarik: ketika justru Anda jujur dan blak-blakan atau transparan akan kelemahan produk Anda, customer justru tambah percaya akan Anda.

Ketika kepercayaan pembaca terhadap Anda bertambah, tentu mereka cenderung percaya terhadap keunggulan dan kualitas produk yang Anda kemukakan. Nah, dalam praktek belajar marketing online, gaya menawarkan produk seperti ini layak dicoba.

KursusSb1m.Com

Syarat Syarat Iklan Efektif: Teks Panjang Termasukkah?

Syarat Syarat Iklan Efektif: Teks Panjang Termasukkah?

Iklan seperti apakah yang dapat disebut baik dan efektif? Yang panjangkah?

Mungkin Anda pernah melihat contoh surat penawaran barang atau jasa yang panjang. Dalam belajar marketing online, sering kita lihat praktek Naskah halaman penjualan atau halaman konversi yang panjang pada website.

 

Asumsi dasar yang melatarbelakangi naskah iklan, naskah halaman penjualan atau naskah halaman konversi yang panjang adalah “Makin banyak yang dikatakan, makin banyak penjualan atau konversi Anda.” Iklan dengan banyak menampilkan fakta-fakta dan menjabarkan manfaat bagi pembeli atau customer akan memungkinkan konversi yang baik.

 

Kok bisa?

 

Tak seperti percakapan tatap muka atau face to face yang dilakukan seorang salesman, iklan tertulis hanya punya satu kesempatan merubah pembaca menjadi customer. Jika Anda berada di depan pembaca, Anda perlu membeberkan semuanya.

Tempat Kursus Belajar Internet Marketing di Jakarta Sb1m

Setelah menerapkan optimasi website Anda di mesin pencari dengan teknik SEO, melalui pencarian di Google orang menemukan website Anda. Merekalah orang yang berpotensi Anda prospek.

 

Prospek yang memiliki ketertarikan akan apa yang Anda bahas biasanya banyak bertanya. Jangan skeptis dulu dengan mengatakan “CLBK” atau “Chat Lama Beli Kagak.” Mereka bertanya untuk menjadi semakin yakin dalam mengambil keputusan. Antisipasi pertanyaan prospek dengan menulis tanya jawab pada naskah Anda, arahkan mereka pada fakta dan manfaat yang bisa mereka dapat.

 

HATI-HATI tulisan yang panjang bisa membosankan. Butuh teknik copywriting yang baik agar mereka ketagihan untuk membaca tulisan Anda sampai habis.

 

Jika Anda mempraktekan jurus-jurus copywriting dalam content marketing, Anda tak perlu buka-bukaan semua fakta dan manfaat di halaman depan.

Anda bisa memberi bocoran informasi pelan-pelan melalui email marketing atau fan page facebook Anda.

Dengan cara ini, Anda merubah naskah artikel atau iklan yang panjang ke tulisan-tulisan lebih pendek, yang lebih mudah dicerna oleh calon customer.

Belajar Marketing Online: IKLAN IMAJINASI

Belajar Marketing Online: IKLAN IMAJINASI

Salah satu gaya menulis naskah iklan adalah dengan mengajak berimajinasi, baik Anda menulis iklan untuk dicetak maupun dalam praktek belajar marketing online, hal ini perlu Anda coba.

 

Dalam naskah iklan, Anda bisa mengajak pembaca berimajinasi membayangkan betapa menyenangkannya terbebas dari masalah yang ia hadapi.

 

Ajak pembaca membayangkan proses menurunkan berat badan tanpa rasa capek dan lapar, atau mebayangkan ia bisa mengelola bisnisnya sambil jalan-jalan, atau membayangkan ia berlibur menikmati petualangan dan akomodasi yang nyaman bersama istri tercinta.

 

Naskah iklan yang mengajak berimajinasi biasanya diawali dengan kata bayangkan, pikirkan, imajinasikan, tutup mata anda, misalnya Anda adalah…, gambarkan dalam pikiran Anda, gali lebih dalam dalan pikiran Anda, dan kata ajakan imajinatif¬† lain.

 

Contoh kata dalam iklan yang menarik adalah mengajak pembaca atau pemirsa berimajinasi ketika membaca iklan produk Anda. Misalnya, bayangkan Anda menjalani hidup Anda dengan cara tertentu, selolah-olah Anda menjalani hidup sesuai impian Anda – apapun impian atau cita-cita Anda.

Sebagai pembuat atau penulis iklan, yang menulis iklan,  arahkan mereka pada gambaran kehidupan ideal yang dicapai dengan produk Anda.

KursusSb1m.com