Mitos Yang Terbantahakan | SB1M: Sekolah Kursus Belajar Internet Marketing
5 Mitos Yang Terbantahkan Oleh Teknologi Informasi

5 Mitos Yang Terbantahkan Oleh Teknologi Informasi

Berikut 5 Mitos Yang Terbantahkan Oleh Teknologi Informasi

1. Berjualan Harus Agresif Pandai Berbicara dan Mengejar-ngejar Pembeli
Seiring dengan majunya teknologi informasi, semakin banyak orang yang bisa mengakses internet. Toko online mulai marak dan jejaring sosial seperti Facebook, Twitter dan Kaskus dijadikan sarana untuk berjualan. Tak jarang para penjual online atau internet marketer itu seorang yang pendiam karena dengan memposting informasi tentang produk atau jasa melalui internet, calon pelanggan yang membutuhkanlah yang menghubungi mereka. Penjual tidak perlu merayu sedikit memakasa atau menarik-narik tangan calon pembeli agar mau membeli produk. Dengan teknik internet marketing, pembeli dapat terpancing ke gerai toko online Anda.

2. Membawa Surat Lamaran dari Pintu ke Pintu
Ingat Lagu “Sarjana Muda” yang dinyanyikan Iwan Fals?

“Terjenuh lesu engkau melangkah
Dari pintu kantor yang diharapkan
Terngiang kata tiada lowongan
Untuk kerja yang didambakan..”

Ya, dulu memang jamannya orang melamar datang langsung ke perusahaan memberikan lamaran buta, tetapi dengan kemajuan teknologi informasi pencari kerja bisa mencari informasi lowongan pekerjaan online dan mengirim lamaran melalui email.

3. Orang Pendiam Susah Cari Kenalan
Di dunia nyata orang yang pendiam cenderung canggung untuk membuka perkenalan dan mereka cenderung tidak dikenal karena terkesan tertutup walau menyimpan potensi. Melalui dunia maya, orang pendiam pun bisa memposting aktifitas mereka dan tak jarang melalui hobi yang sama mereka bisa berteman. Dalam jejaring sosial orang yang yang terlihat pendiam pun ada yang berani mengirim pesan dan perkenalan terhadap pengguna lain.
sekolah internet marketing
4. Film Amatir Tidak Laku
Dulu orang berusaha untuk membuat film atau video seprofesional mungkin dan berpendapat bahwa video amatir tidak laku jadi tontonan. Ini benar pada jaman dimana orang bisa menonton film hanya dari televisi, video, atau bioskop tetapi kini dengan maraknya video amatir yang diupload di Youtube, terlihat banyak juga yang suka dengan video amatir yang lucu dan terkesan tanpa rekayasa. Bahkan tayangan produk pun tak selalu harus profesional. Tayangan produk dengan video amatir pun bisa menghasilkan penjualan.

5. Belajar teknologi harus dari IPA
Waktu SMU, kita mengenal adanya penjurusan IPA dan IPS. Jika ingin kuliah di bidang teknologi harus masuk program IPA di SMU. Tetapi teknologi informasi termasuk keilmuan yang ramah pada pengguna, anda tidak perlu berlatar belakang IPA untuk mempelajarinya. Walau tak semua, tetapi banyak universitas dan akademi yang membuka program S1 teknologi informasi dan Manajemen Informasi dan menerima lulusan IPS, dan mereka bisa mengikuti pembelajaran tersebut. Banyak yang mulai belajar programming, atau pun ecommerce setelah bekerja dan mereka juga tidak selalu dari latar belakan IPA.

6. Harga murah yang laku
Dalam perang harga, penjual sebisa mungkin menjual harga barang lebih murah dari pesaing dengan asumsi pembeli akan selalu mencari yang paling murah.Faktor orang membeli barang tidak hanya harga, tetapi juga faktor kualitas. Dalam pasar online, mudah tidaknya informasi mengenai barangĀ  tersebut menentukan peluang terjadinya penjualan. Jika seorang mencari suatu produk di Google dengan kata pencarian tertentu dan tampilan halaman pertama Google adalah informasi didominasi dari situs jualan Anda maka hal ini memungkinkan produk Anda lah yanng terbeli meski pun harganya tidak murah.