Belajar Bisnis | SB1M: Sekolah Kursus Belajar Internet Marketing
Cara Membuat Rencan Kerja Harian Untuk Konten Bisnis Online

Cara Membuat Rencan Kerja Harian Untuk Konten Bisnis Online

Cara Membuat Rencana Kerja Harian untuk Konten:Content Plan

Dalam belajar bisnis online atau internet marketing, Temukan topik yang menarik bagi pembaca. Jadikan ini sebagai acuan jadwal pembuatan dan posting konten website Anda. Cari tahu bagaimana konten website Anda bisa membantu mereka. Apa masalah yang mereka hadapi? Informasi berharga apa yang bisa Anda tawarkab ke mereka?

 

Pertimbangkan hal di atas dan wujudkan dalam topik blog. Setelah itu lakukan riset kata kunci pencarian untuk topik tersebut dan menulislah dengan memasukkan kata kunci tersebut.

INGAT jika pembaca tak suka isi blog Anda, search engine juga tak menyukainya.

 

Jadikan blogging menjadi kebiasaan Anda dengan praktek, praktek, dan praktek. Sebagai pemula, sasaran utama Anda janganlah menduduki rangking tinggi di search engine, misalnya Google. Tetapkan target jumlah postingan seminggu dalam blogging. Ingat rangking di search engine atau mesin pencari bukanlah tujuan akhir tetapi sarana untuk meraih hasil akhir yaitu hasil atau ROI. Ukur juga keefektifan konten Anda, berapa banyak pengunjungnya.

Ide Menulis: Selfie Bareng Orang Terkenal

Ide ini memang tak mudah dilakukan, karena kenal dengan orang terkenal. Tetapi Anda bisa mulai dengan orang-orang mumpuni di bidangnya seperti, pemilik rumah makan, pemilik toko yang dikenal banyak orang, seniman, orang dengan keahlian sesuai dengan bidang bisnis yang Anda geluti. Anda bisa menulis bagaimana Anda bisa bertemu dengannya, apa yang Anda sukai dari orang tersebut, di manakah dan kapan Anda bertemu dengannya? Bagaimana  Anda mengenalnya? Bidang keahlian khusus apa yang ditekuni orang tersebut? Apa kesan dan pesan Anda terhadap orang tersebut? Dan masih banyak lagi yang bisa Anda jabarkan dengan bersama tokoh tertentu.
Penulis blog ini, Mas Wahyu Didik (kaos ijo kanan) foto wefie bareng Adit RK, ex vokalis Edane, salah satu mentor komunitas belajar internet marketing

Tips Bisnis: Simpan File Ide Anda

Tips Bisnis: Simpan File Ide Anda

Simpan File Ide Anda
🎩👓⌚💰
Hal terpenting dalam inspirasi adalah bahwa Anda tak dapat memprediksi kapan hal itu bisa menjadi hits atau menjadi sesuatu yang hot untuk dibahas. Seumpama saat musim kemarau, waktu yang tepat menanam palawija. Hal ini perlu persiapan.
🍃🍀🌱
Simpan file dokumen word atau excel  tentang daftar ide postingan blog Anda. Anda bisa menyimpannya di file yang mudah diakses seperti Dropbox atau Google Docs.
 cara menghasilkan uang dari blog bisnis online
Saat ide datang, langsung tulis sebelum lupa. 😇
Lakukan ini sebagai perbendaharaan ide Anda, meskipun Anda sedang tidak mood untuk menjadi kreatif dalam belajar bisnis online untuk pemula.

Pelatihan Wirausaha Untuk Prospecting Online untuk Pemula

Prospecting dalam hal ini memperkenalkan atau mempromosikan usaha Anda kepada orang yang tidak Anda kenal. Bagi Anda yang baru memulai bisnis, anda akan merasa canggung terutama bagi Anda yang tidak biasa menjadi sales atau tenaga marketing, berkenalan dahulu dengan orang lain lalu memperkenalkan produk atau jasa Anda rasanya canggung.

Dengan perkembangan teknologi informasi, marak orang menggunakan sarana online, tetapi mengirim email ke banyak orang yang tidak anda kenal dan yang belum pernah berkomunikasi dengan Anda dengan email bisa dianggap SPAM dan SPAM dianggap menggangu. Meng-add banyak orang yang tidak Anda kenal di Facebook jika Anda tidak diapprove dalam beberapa minggu, itu pun bisa dianggap SPAM oleh Facebook dan Anda bisa kena Suspend atau skorsing selama 30 hari tidak bisa menambah teman.

Terus bagaimana cara mendapatkan prospek atau prospecting online? Jangan lakukan SPAM tetapi lakukan attraction. Buat mereka yang mendatangi dan mengkontak Anda, setelah itu respond mereka.

Kursus SB1M memberikan pelatihan wirausaha internet marketing yang meliputi prospecting online dengan cara elegan dan tidak memaksa. Karena bisnis online seperti halnya bisnis lain yang didasarkan pada pembinaan hubungan atau relationship. Untuk mengalami suatu hubungan, perlu dilakukan prinsip attraction untuk memikat orang menjadi prospek.

4 Model Bisnis Ecommerce

Berdasarkan siapa yang menjual siapa yang membeli, dan target pelaku transaksi ,serta positioning penjualan dan pemasarannya, ada 4 model bisnis Ecommerce.

1) Business-to-Consumer

Business-to-Consumer atau B2C merupakan model bisnis yang banyak dikenal orang. Badan usaha atau toko menjual sesuatu secara online kepada konsumen. Model ini seperti Amazon Direct, Buy.com, Wal-Mart.com, Target.com, jaketgue.com, tokosuplemenonline.net. Mereka menjual sesuatu langsung ke kondumen. Ecommerce is commonly thought of as a business selling something

2) Business-to-Business

Business-to-business (B2B) atau badan usaha ke badan usaha. Badan usaha menjual barang atau jasa ke badan usaha. Barang dan jasa dibeli oleh perusahaan pemakai untukmendukung usahanya. Seperti menjual lift ke mall, menjual mesin welding rekondisi ke pabrik, atau membuat website untuk perusahaan. B2B transaksinya antar perusahaan atau badan usaha.

Alibaba.com yang menjualkan barang-barang perusahaan kliennya merupakan model B2B.

 

3) Consumer-to-Business

Model consumer-to-business (C2B) atau model konsumen atau individu ke badan usaha. Dalam C2B, individu menjual produk atau jasanya ke perusahaan. Dalam website C2B, perusahaan menemukan situs dimana individu atau konsumen menawarkan apa yang dibutuhkan perusahaan.

 

Contoh situs dimana perusahaan dapat menemukan freelancer seperti sponsoredreview.com, vWorker.com, atau TaskRabbit.com. ketika individu menjual bwrang atau jasanya lqngsung ke perusahaan maka disebut C2B.

 

 

4) Consumer-to-Consumer

 

Model Consumer-to-consumer (C2C) model merupakan situs ecommerce yang memfasilitasi transaksi antar individu. Situs lelang sepert eBay. Situs kencan.

 

Model Kombinasi

Bisnis online tidak harus memilih salah satu model, bahkan bisa menggabungkannya. Banyak usaha ecommerce sukses mengkombinasikan model bisnis online ecommerce yang berbeda. Amazon merupakan contoh sukses menggabungkan B2B, B2C, C2B, dan C2C.

Belajar Memulai Bisnis Itu seperti Bambu Cina

Belajar bisnis di sini bukan berarti duduk di bangku kuliah atau ruang seminar dan mendengarkan tentang teori-teori bisnis, tetapi memulai melakukan kegiatan bisnis. Ya, semua dimulai dari langkah pertama. Saat anda memulai bisnis, terutama ketika jika anda dulunya  seorang pegawai, anggaplah anda sedang belajar.

Baru-baru ini saya membaca salah satu Novel karya Paulo Coelho yang berjudul Aleph. salah satu bagiannya membahas tentang “bambu cina.”

Setelah benih bambu cina disebar, kita tidak melihat apa-apa untuk waktu yang lama selama beberapa waktu yang cukup lama kecuali tunas kecil. Pertumbuhan sebenarnya terjadi di dalam tanah, pertumbuhan terjadi pada pembanguna sistem akar yang kompleks terlebih dulu. lalu pada akhir lima tahun, bambu tersebut tiba-tiba mencuat keluar hingga mencapai 25 meter.

Ya, dalam bisnis kita perlu menikmati saat kita berproses membangun sistem akar. Kita perlu merubah mindset dan kebiasaan kita menjadi pengusaha. Jika berniat ingin menjadi pebisnis online atau internet marketer kita perlu mengakarkan kebiasaan yang tepat dalam melakukan internet marketing. Sabar, tekun dan ulet membangun akar sampai pada akhirnya hasilnya akan mencuat.

Jika ingin mempraktekan cara bisnis online baik itu bisnis affiliate, reseller, ataupun dropshipper, Anda perlu menghayati filosofi bambu cina.