belajar internet marketing | SB1M: Sekolah Kursus Belajar Internet Marketing
Belajar Digital Marketing: Konten Adalah Alasan

Belajar Digital Marketing: Konten Adalah Alasan

Belajar Digital Marketing: Konten Adalah Alasan

Konten adalah alasan pertama mengapa pencarian dimulai. – Lee Odden 


Dalam praktek ilmu belajar digital marketing, konten entah itu video, foto, gambar, tulisan – baik dalam bentuk hiburan, penjelasan, lapak jualan, adalah hal yang dicari netizen atau pencari informasi online melalui mesin telusur. 


 Baik lewat mesin telusur/ mesin pencari atau search engine seperti Google, Yahoo, atau Bing, netizen mencari informasi yang mereka inginkan dan menemukan hasil penelusuran yang jika diklik akan mengarah ke halaman dengan konten tertentu. Tentu diharapkan konten tersebut sesuai yang ia cari.


Apa saja yang sering dicari oleh netizen terrecord oleh data base Google. Hal ini bisa Anda manfaatkan dengan membuat konten yang memang banyak dicari oleh orang secara online.

Anda juga perlu mengoptimasi konten yang Anda buat dan publikasikan agar mudah ditemukan oleh pencari informasi online. Anda perlu belajar teknik SEO maupun SEM.

Cara Menghadapi Komentar Negatif

Cara Menghadapi Komentar Negatif

Tips Marketing: Cara Menghadapi Komentar Negatif

Dalam praktek belajar bisnis online, tak jarang akan mengalami komentar negatif ketika menjalankan usaha. Berikut cara menghadapi komentar negatif


1. Tanggapan Tujukan Kepada Pemberi Komentar atau Review
Customer atau pelanggan Anda ingin didengarkan secara pribadi. Jadi dalam menyapa, sapa mereka secara pribadi, sebut nama mereka. Jangan hanya gunakan sapaan umum seperti, “Pelanggan Terhormat.”


Karena 76% mereka yang berkomentar melalui Facebook, YouTube, Instagram, atau lewat Google Map, Anda bisa tahu nama mereka, sapa nama saat memberi tanggapan atas komentar mereka.


2. Ucapkan Terima Kasih Tunjukkan bahwa usaha atau bisnis yang Anda kelola menghargai dan menghormati masukan dan komentar. Selalu ucapkan terima kasih dalam menanggapinya meski itu komentar buruk akan usaha atau bisnis Anda.


Contoh balasan terhadap komentar:

“Terima kasih atas masukan Anda. Kami mohon maaf atas pengalaman tidak menyenangkan yang Anda alami. Kami menghargai kebaikan Anda memberitahukan hal ini untuk menjadi perhatian kami.”


“Terima kasih telah menyampaikan hal ini untuk menjadi perhatian kami. Kami mohon maaf atas pengalaman buruk yang Anda alami. Untuk ke depannya, kami akan melayani dengan lebih baik.”


“Terima kasih memberitahukan hal ini kepada kami. Masukan yang Anda berikan membantu kami memperbaiki diri jadi lebih baik. Kami akan memperhatikan hal ini dan memperbaiki hal ini.”

3. Minta Maaf dan BersimpatiMinta maaf menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap customer dan Anda tidak cuek.


Meski bukan kesalahan Anda, adakalanya tetap minta maaf adalah tindakan yang benar. Lagi pula, orang tak suka terhadap bisnis yang menganggap diri sempurna dan terlalu angkuh untuk minta maaf. 
Lakukan ekapresi minta maaf dengan singkat dan manis 🙂 


“Kami mohon maaf jika pelayanan kami tidak memuaskan dan memenuhi harapan Anda.”

“Kami minta maaf jika pengalaman Anda tak sesuai harapan. Kesalahan ada pada kami.”

“Kami minta maaf apa bila layanan kami mengecewakan Anda.”

4. Bertanggungjawab
Jangan ngeless. Meski yang terjadi tak biasa terjadi, insiden sial, hargailah pengalaman customer. Juga, berikan kepastian bahwa Anda akan perbaiki dan memegang teguh standae layanan prima. Contoh kalimat yang bisa Anda gunakan:


“Kami mohon maaf. Standar kami seharusnya memperhatikan hal kecil. Kami sangat menyesal karena hal itu lolos dari pantauan kami.”


“Kami selalu bermaksud memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan. Kami menyesal karena hal ini terlewatkan dari pengawasan kami. Terima kasih telah menyempatkan diri menyampaikan hal ini untuk kami perhatikan. Kami menerima masukan yang membuat kami bisa jadi lebih baik dan memastikan kesalahan ini tak akan terjadi lagi.”


“Terima kasih atas masukan dan aduan dari Anda. Kami menyesal mendengar pengalaman yang Anda alami tak sesuai kualitas yang Anda harapkan. Kami akan menyelidiki hal ini lebih lanjut dan melakukan perbaikan-perbailan.”

5. Perbaiki yang Kurang Berikan respon yang menyelesaikan masalah atau menyoroti masalah khusus yang diangkat dalam review customer. Usahakan sespesifik mungkin dalam memberi perbaikan terhadap pengalaman customer, komunikasikan perubahan atau perbaikan yang Anda lakukan, dalam merespon masukan customer. 
Berjanjilah untuk melakukan perbaikan agar lebih baik di masa yang akan datang:


“Saya mewakili manajemen [ Nama Perusahaan Anda ] memohon maaf atas apa yang telah terjadi. Kejadian yang Anda alami hampir tak pernah terjadi selama ini. Seperti yang bisa Anda lihat pada review  lain tentang kami, kami berusaha memberikan pelayanan prima dan penuh tanggung jawab terhadap customer. Kami tak bisa perbaiki apa yang telah terjari tetapi Anda bisa pegang komitmen kami untuk meningkatkan kinerja staff kami dalam melayani setiap customer. Mohon menerima permintaan maaf dari kami.”

6. Tangani Masalah Secara OfflineAkan lebih baik jika Anda dan customer bicara langsung mengenai masalah yang mereka alami. Untuk itu brand Anda perlu menyediakan info kontak untuk vusyomer sehingga bisa melakukan pengaduan langsung ke kontak tersebut. 


Anda bisa menyampaikan:

Beri kami kesempatan untuk menyelidiki masalah Anda lebih lanjut. Silahkan menghubungi kami melalui telepon [ No Telp] atau email [ alamat email ]. Kami akan bekerjasama dengan Anda untuk menyelesaikan masalah secepat mungkin.”


“Kami mohon maaf jika pengalaman Anda bersama kami tak sesuai harapan Anda. Mohon beritahu kami mengapa atau bagian mana yang tak sesuai harapan Anda sehinggq untuk ke depannya kami bisa berikan pengalaman lebih baik bagi Anda. Anda bisa menghubungi kami lewat email [ alamat email] atau menelpon kami di [ No Telp ]. Sekali lagi terima kasih atas masukan dari Anda.”

7. Minta Kesempatan KeduaJangan tutup pintu terhadap komentar negatif atau keluhan; sambutlah dengan tangan terbuka. Undang mereka untuk datang kembali, saat mereka datang kembali, sambut dengan tangan terbuka.
Anda bisa menggunakan kalimat berikut:


“Terima kasih telah menyampaikan masalah ini untuk menjadi perhatian kami. Kami mohon maaf bila pelayanan kami tidak memenuhi  harapan Anda. Kami akan sangat menghargai kemurahan hati Anda akan kesempatan lain yang Anda berikan dan kami akan memperbaiki diri. Bila Anda berkenan, silahkan menghubungi kami jika di kemudian hari Anda mengunjungi kami.”

Belajar Internet Marketing Dasar: Kekuatan Argumen vs Frekwensi Posting

Belajar Internet Marketing Dasar: Kekuatan Argumen vs Frekwensi Posting

Belajar Internet Marketing Dasar: Kekuatan Argumen vs Frekwensi Posting

Postingan dan iklan banyak view dan pengunjung tapi kok gak ada respond? Jika hal ini terjadi saat praktek belajar internet marketing dasar, apa yang harus dilakukan?

Jangan tinggikan suara Anda, perbaiki argumen Anda.”
Desmond Tutu

Jika ini suatu iklan atau postingan tak berhasil meski memiliki banyak view atau kunjungan, banyaknya teriakan untuk populerkan postingan atau iklan tersebut di sosmed tak akan selesaikan masalah ini. Jika satu kicauan di Twitter tak berhasil tentang postingan atau iklan atau status tertentu, 10 kicauan Twitter hasilnya sama saja tak lebih baik. Menaikkan tingkat teriakan atau perbanyak sharing untuk hal yang sama di sosmed hanya terkesan mengganggu, tidak akan meningkatkan hasilnya.

Jika hal ini Anda alami, lebih baik belajar memperbaiki dan merubah argumen atau paparan Anda. Perbaiki atau rubah artikel postingan, halaman penjualan atau iklan Anda. Pikirkan postingan status dengan argumen dan ajakan yang menarik. Sasaran adalah manusia. Anda harus memahami memanusiakan manusia. Apa yang membuat sesuatu itu menarik secara manusiawi.

Dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi dan tersebarnya kemudahan akses internet di banyak temat, semakin besar peluang pasar online dalam memasarkan produk atau jasa Anda, semakin besar juga peluang usaha bisnis online.

Pelajari tips dan video tutorial belajar bisnis online GRATIS melalui email Anda dengan DAFTAR FREE di KursusSb1m.com

Belajar Marketing Online: Meminta Tindakan Pembaca

Belajar Marketing Online: Meminta Tindakan Pembaca

Belajar Marketing Online: Meminta Tindakan Pembaca

Dalam praktek belajar marketing online dan bisnis online, ketika membuat postingan blog tentu Anda menulis artikel untuk suatu alasan. Jadikan postingan blog sebagai sarana menjalin hubingan dengan pembaca. Melalui postingan blog beri ajakan atau rangsang pembaca untuk melakukan suatu tindakan. Sebisa mungkin akhiri postingan blog dengan sesuatu yang memicu hasrat pembaca untuk melakukan tindakan yang Anda inginkan – entah ajakan memfollow akun sosmed bisnis Anda, memfollow Facebook Page Anda, ajakan melihat halaman jualan atau lapak online Anda atau berlangganan kiriman info terkini dari Anda.

Hati hati dalam mengajak mereka untuk langsung membeli karena bisa ilfeel.


Menurut Rachel Sprung, Customer Demand Manager HubSpot, Anda bisa meningkatkan konversi dengan memasukkan CTA ( Call to Action ) atau ajakan bertindak kepada pembaca di Blog Anda dalam berbagai macam bentuk, dan bisa bermacam-macam mengarahkan menuju berbagai bagian dari saluran pemasaran Anda. 

Belajar Marketing Online: Logo dan Branding

Belajar Marketing Online: Logo dan Branding

Belajar Marketing Online: Logo dan Branding

Mungkin banyak yang berpikir bahwa branding itu hanya untuk perusahaan besar seperti McDonalds dan Apple. Pemikiran ini kurang tepat. Pebisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) beberapa salah paham bahwa biaya branding itu besar. Mulai dari biaya membuat logo sampai mencitrakan brand usaha Anda.


Dalam belajar internet marketing pemula, Anda bisa mendesain logo sendiri, atau hire orang untuk mendesain logo. Atau buat logo pakai aplikasi Canva.


Branding itu untuk semua dan bisa dimulai dengan tak harus mahal. Terutama dengan kemajuan teknologi informasi dan teknologi digital, banyak yang bisa Anda lakukan agar bisnis Anda masuk ke benak ingatan customer. Branding itu tak hanya sekedar logo pada kartu nama Anda. Branding adalah segala yang Anda perjuangkan untuk customer, reputasi Anda, penampilan Anda dan usaha Anda, visi dan misi usaha Anda, ciri khas usaha Anda. Singkat kata, branding adalah kisah Anda, kisah usaha Anda dan kisah hubungan Anda dengan customer. 


Mulailah mempraktekan langkah-langkah branding untuk usaha kecil menengah Anda:


1. Langkah pertama branding untuk usaha kecil Anda adalah memahami siapa diri Anda. Kemudian memahami customer dan usaha Anda. 


2. Langkah Kedua: pikirkan apa yang membuat bisnis Anda beda dari yang lain.Apa yang membedakan bisnis Anda dengan usaha lain yang sama? Bisa karena apa yang Anda jual itu buatan tangan atau handmade. Bisa kaeena bisnis Anda sudah berdiri bertahun-tahun Bisa saja produk Anda ramah lingkungan atau aman digunakan. Tak harus sesuatu yang besar. Cukup tampilkan keotentikan usaha Anda. Apakah yang membuat usaha Anda beda itu menarik? Apakah tempat usaha Anda instagramable? Apakah kemudahan unik yang Anda berikan ke customer? 
Apapun itu, kunci tampil beda adalah apa yang bisa membuat Anda atau usaha Anda menyolok atau sesuatu yang ingin bangun kedalam identitas brand Anda. Anda akan menarik perhatian dan membangun kepercayaan dengan menjadi diri Anda yang otentik.


3. Siapakah Customer Anda?Terdengar sederhana tetapi banyak bisnis atau usaha yang tak memikirkan siapa orang yang menjadi target mereka. Anda harus tahu kepada siapa Anda berjualan. Berapa umur mereka? Berapa besar penghasilan mereka? Laki laki atau perempuan? Mengapa mereka menggunakan produk Anda? Kapan mereka menggunakannya? Apa minat mereka? Di mana lokasi customer Anda?

4. Apa misi Anda?Pikirkan 1 sampai 3 kalimat tentang misi Anda. Pernyataan yang mencakup tak hanya apa yang Anda lakukan tetapi juga mengapa Anda melakukannya. Misi Anda ini menjadi pedoman arah Anda. Saat mentok, lihat kembali misi Anda agar terbantu dalam membuat pilihan yang tepat.


5. Buat brand Anda mudah diingat.Apa yang membedakan Brand yang bagus? Brand yang bagus berkeaan dan mudah diingat. Namanya unik, berkesan dan mencerminkan apa yang dilakukan serta semangat dari usaha itu. Brand yang bagus terlihat akrab, aplikasi dan websitenya mudah digunakan. 

Respon Negatif

Respon Negatif

Tips Bisnis Online: Respon Negatif

Mengapa merespon review atau komentar pelanggan atau customer itu penting? Baik mengelola bisnis dengan lapak fisik mau pun ketika praktek belajar bisnis online pemula, pertimbangkan hal berikut dalam mengatasi permasalahan dalam customer service :


94% customer mengatakan bahwa review negatif meyakinkan mereka untuk menghindari suatu bisnis atau membuat mereka tidak jadi beli.


53% customer berharap adanya tanggapan terhadap respon negatif mereka dalam seminggu. Tetapi sayangnya 63% mengatakan bahwa tak ada tanggapan terhadap respon mereka. 

45% customer mengatakan mereka cenderung mengunljungi lagi bisnis atau usaha yang memberi tanggapan terhadap  respon negatif. 


Kesimpulannya Anda perlu menanggapi customer sebelum mereka pergi dari bisnis Anda. Berikan respon yang tepat dalam membina customer.