Cara Jualan | SB1M: Sekolah Kursus Belajar Internet Marketing
Tips jualan laris wirausaha untuk orang introvert

Tips jualan laris wirausaha untuk orang introvert

Tips jualan laris wirausaha untuk orang introvert

Anda memulai usaha kecil tetapi Anda seorang introvert – seorang pendiam. Meski Anda introvert, Anda bisa sukses berjualan.

ANDA PEMALU. ANDA INTROVERT. TETAPI INGIN SUKSES BERJUALAN. BAGAIMANA BISA?

Mungkin ada yang berpikir bahwa jago jualan didominasi oleh mereka yang jago bicara, ekstrovert, atau pun pribadi yang semarak. Ada yang bilang sifat tepat menjadi sales ini bawaan lahir atau bahasa jawanya, “gawan bayi.”

Tips jualan sukses wirausaha introvert

Tetapi seorang penjual atau sales yang berhasil tak perlu bakat alami, mereka butuh meningkatkan kemampuan mereka dalam menjadi pendengar yang baik, otentik dan memiliki rasa ingin tahu. Hal ini bisa dilatih oleh mereka berkepribadian introvert. Dan faktanya banyak juga mereka yang introvert berhasil dalam jualan.

 

AGAR SUKSES JUALAN, INTROVERT TAK PERLU BERUBAH. JADILAH DIRI SENDIRI. ANDA HANYA PERLU MERUBAH PANDANGAN ANDA TENTANG SALES ATAU CARA JUALAN.

Mengapa orang introvert berpikir mereka tak bisa jualan? Karena cara pandang kurang tepat tentang dunia sales atau figur penjual.

 

Bagi banyak orang, tenaga sales atau penjual itu harus agresif, mendesak calon customer dan tak peduli prospek butuh atau tidak pokoknya jualan. Jika Anda seorang introvert dan gambaran tenaga sales atau penjual harus seperti itu, maka pantas jika Anda berpikir bahwa Anda akan gagal jualan.

 

Karakter introvert bisa mengembangkan sikap menjadi pendengar yang baik, menampilkan rasa ingin tahu dan antusias terhadap lawan bicara, tentu lawan bicara termasuk prospek akan suka dengan pendengar yang baik.

 

Anda tak perlu menggeret tangan prospek untuk meminta waktu mereka sebentar mendengarkan Anda. Anda tak perlu membombardir mereka yang tak butuh info, produk mau pun jasa Anda dengan kata kata promosi Anda. Anda tak perlu pasang muka melas atau pun maksa agar berhasil jualan.

 

Mengapa? Karena Anda bisa membuat mereka yang butuh Anda, butuh jasa Anda, butuh produk Anda menemukan Anda. Merekalah yang mendatangi Anda atau meminta informasi dari Anda, atau bertanya tentang produk atau jasa Anda.

Caranya? Salah satunya dengan pemasaran online. Manfaatkan perkembangan teknologi informasi terutama internet. Anda bisa melakukan riset online tentang minat dan apa yang dicari orang. Anda bisa membidik mereka yang memang berminat, tertarik akan produk dan jasa Anda dengan cara elegan. Merekalah yang akan kunjungi website, blog, akun sosmed atau pun lapak online Anda bahkan meminta informasi dari Anda.

Pancing calon customer Anda. Saatnya belajar internet marketing dasar. Dapatkan LANGGANAN TIPS dan VIDEO TUTORIAL GRATIS belajar pemasaran online melalui email Anda dengan DAFTAR FREE di KursusSb1m.com

Proposal Penawaran Produk Barang dan Jasa: Sikap Consumer Oriented

Proposal Penawaran Produk Barang dan Jasa: Sikap Consumer Oriented

Proposal Penawaran Produk Barang dan Jasa: Sikap Consumer Oriented

Fokus Pada Apa Yang Dituju atau Dicari oleh Prospek

Banyak tenaga sales/ marketing menulis proposal atau penawaran yang berfokus pada keseluruhan apa saja yang bisa mereka tawarkan ke calon customer atau klien. Bahkan dokumen penawaran tersebut tak jarang berisi daftar fitur produk atau pun jasa. Tetapi bagaimana dengan apa yang dibutuhkan calon klien atau customer?

kata bijak usaha sendiri
kata kata bijak usaha sendiri

Dari pada berfokus pada apa yang harus Anda tawarkan ke calon klien atau customer, proposal penawaran Anda seyogyanya menitik beratkan pada masalah kunci yang ingin diselesaikan prospek atau calon customer.

Secara khusus, mulailah proposal Anda dengan mengarah pada tantangan yang ingin diatasi oleh customer atau klien Anda. Hal ini secara efektif akan merubah proposal penawaran Anda menjadi dokumen kerja yang menjadi garis besar apa yang menjadi tujuan atau sasaran klien. Bukankah ini alat pemasaran yang cukup kuat?

Humor penawaran ekonomi

Dalam praktek belajar pemasaran online atau internet marketing, Anda bisa melakukan riset online tentang apa yang dicari oleh calon customer atau minat mereka. Nah, penawaran online baik dalam surel atau pun yang Anda posting di situs Anda seyogyanya menjawab permasalahan yang dihadapi oleh calon customer atau klien. Anda bisa menggunakan fasilitas di search engine atau pun media sosial untuk membidik customer yang tepat dan menawarkan solusi atau memberi jawaban akan kebutuhan mereka.

KursusSb1m.com

Teknik Sales Call Yang Mengganggu dan Jenis Perilaku Konsumen Zaman Now

Teknik Sales Call Yang Mengganggu dan Jenis Perilaku Konsumen Zaman Now

Teknik Sales Call Yang Mengganggu dan Jenis Perilaku Konsumen Zaman Now

Prospek zaman sekarang lebih tidak sabaran dibandingkan zaman dulu

Dengan padatnya kesibukan, prospek Anda atau calon customer Anda tidak ingin membuang-buang waktu dengan percuma.

 

Calon customer Anda tidak akan benar-benar mendengarkan tawaran produk atau jasa yang ditawarkan dengan percakapan langsung baik melalui telepon cold call mau pun penawaran tatap muka jika belum diketahui pasti mereka butuh apa yang ditawarkan. Menurut riset untuk prospecting penjualan langsung butuh 8 sampai 12 usaha untuk prospecting.

 

Untuk prospecting dengan cold call pun penerima telepon cenderung mengabaikan dari pada mengangkat telepon. Dan toh jika mereka mengangkat telepon bisa saja dibiarkan bahkan si penelpon diteriaki sang prospek.

Telemarketing tidak efektif

Teknik penjualan seperti ini cukup menghabiskan energi karena dianggap mengganggu.

 

Bagaimana cara jualan tetapi tidak mengganggu?

Prospek tidak merasa terganggu jika mereka siap menerima informasi produk atau jasa Anda atau memperoleh info yang memang mereka cari atau butuhkan.

Belajar Digital Marketing di Jakarta

Internet marketing atau pemasaran online merupakan solusi yang tepat bagi yang ingin berjualan tanpa membuat orang merasa terganggu karena prospeklah yang akan menemukan produk atau jasa Anda saat mereka mencari solusi atau apa yang mereka inginkan. Dengan praktek belajar internet marketing atau marketing online, Anda tak perlu memaksa mereka mendengarkan Anda. Anda pun bisa memunculkan penawaran tertarget pada orang yang memiliki minat yang sehubungan dengan usaha Anda. Itu pun tanpa membuat mereka merasa terpaksa membuang waktu berharga mereka.

SAATNYA BELAJAR PEMASARAN ONLINE. DAPATKAN TIPS DAN VIDEO TUTORIAL GRATIS MELALUI EMAIL ANDA DENGAN DAFTAR FREE DI KursusSb1m.com

Cara Berbicara Menjadi Sales Profesional: NO TALK TOO MUCH

Cara Berbicara Menjadi Sales Profesional: NO TALK TOO MUCH

Tips Cara Berbicara Menjadi Sales Profesional: DON’T TALK TOO MUCH

Orang yang sok pintar nerocos banyak bicara, tetapi orang bijak mendengarkan.

 

Mungkin saking banyaknya teori penjualan atau salesmanship, Anda sulit mengingatnya, tetapi yang harus Anda ingat adalah bahwa komunikasi itu dua arah. Dengarkan keinginan costumer Anda dan yang paling penting apa sih yang mereka butuhkan. Pahami apa masalah mereka sebenarnya. Dengan pemahaman ini, sediakan jasa dan produk untuk memenuhi kebutuhan mereka.

 

Galilah agar customer Anda bicara apa kebutuhan, harapan dan keinginan mereka. Ini akan membuat mereka lebih mendengarkan saran dan nasehat Anda dan pada akhirnya closing penjualan.
Ya, dengan mendengarkan, Anda lebih mampu menawarkan manfaat produk atau jasa Anda kepada customer serta berpotensi memenuhi kepuasan pelanggan.

cara menjadi sales profesional mendengarkan

Semakin bagus Anda memerankan pendengar yang aktif semakin bertambah kepercayaan customer terhadap Anda. Ini salah satu kunci membangun hubungan dengan customer dan menjadi penjual yang sukses.

 

NB:

Ingin tahu cara jualan minim penolakan? Belajar internet marketing dasar yuk, dapatkan tips marketing online dengan daftar FREE di KursusSb1m.com

Cara Mengatasi Hambatan Dalam Penjualan

Cara Mengatasi Hambatan Dalam Penjualan

Cara Mengatasi Hambatan Dalam Penjualan dan Kendala dalam Promosi

“Every sale has five basic obstacles: no need, no money, no hurry, no desire, no trust.” ~Quote by Zig Ziglar

Setiap penjualan memiliki 5 hambatan dasar: tidak butuh, tidak ada uang, tidak harus segera, tidak ada hasrat atau minat, dan tidak percaya. ~ Zig Ziglar

 

Baik dalam berjualan biasa maupun dalam belajar bisnis online, Anda perlu belajar mengatasi hambatan dalam memasarkan produk atau jasa Anda. Mengatasi hal ini mari kita kupas satu per satu:

Tempat Kursus Belajar Internet Marketing di Jakarta Sb1m

1. Tak Ada Kebutuhan
Orang tidak membeli karena tidak butuh. Benar! Tetapi ada fenomena, pembeli membeli sesuatu karena mereka menyukainya walau tak butuh. OK, kita fokus pada kata “tak butuh.” Orang bahkan mungkin Anda sendiri punya banyak keinginan tetapi tak semua bahkan mungkin banyak dari apa yang diinginkan bukanlah apa yang kita butuhkan. Misalnya orang gemuk yang ingin kurus tetapi selalu ingin beli gorengan untuk ngemil. Ngemil gorengan adalah keinginan. Padahal ia butuh makanan yang lebih sehat seperti buah-buahan antara lain Apel, Melon, dan buah naga. Ia tak sadar akan kebutuhannya akan makanan sehat. Atau orang mencari info tentang obat pelangsing penghilang lemak atau operasi sedot lemak, ia ingin langsing tetapi yang ia butuhkan sebenarnya cara yang lebih sehat, yang ia butuhkan adalah cara pola hidup sehat dan program pola makan dengan nutrisi sehat dan tepat yang tak hanya melangsingkan tubuh tetapi lebih menyehatkan tubuh. Atau orang yang ingin mulai berwirausaha mencari info tentang barang apa yang laku dijual padahal masalahnya adalah dia tidak tahu caranya berjualan. Nah, dalam hal ini, sebagai pemasar tugas Anda adalah menyadarkan orang akan kebutuhannya.

 

2. Tidak Ada Uang
Kurangnya budget, tidak ada uang, atau tak dibudgetkan untuk membeli produk atau jasa dari Anda tak jarang merupakan hal yang membuat mereka menjadi customer Anda. Orang yang tak punya uang, tidak berbelanja. Bahkan mereka yang menolak untuk membeli dengan alasan tidak punya uang masih membeli hal-hal yang bukan kebutuhan pokok, seperti nonton bioskop, travelling, pergi ke restauran untuk makan makanan enak yang tak murah.

Nah, tugas Anda adalah membantu mereka menyadari bahwa jika mereka memiliki produk tertentu atau menggunakan jasa tertentu yang Anda tawarkan mereka akan mendapatkan menfaat dan itu lebih memudahkan hidup mereka, membuat lebih nyaman, dan membuat diri mereka lebih spesial.

Tonjolkan fitur dan manfaat produk Anda, bahwa produk Anda bagus untuk dibeli.

Jika terlalu mahal merupakan alasan untuk tak membeli, jangan terpancing untuk turun harga, ungkapkan bahwa itu harga yang masuk akal dengan memberikan beberapa fitur dan manfaat lebih dari produk atau jasa Anda dibandingkan dengan yang lain.

Jika bukan karena tak punya uang atau tak mampu membeli, tetapi karena budget calon customer Anda tidak dialokasikan untuk membeli dari Anda, jika ia bisa melihat dan memahami manfaat lebih dari produk atau jasa Anda, mungkin bukan saat itu, tetapi suatu saat ia jadi customer Anda pada saatnya.

 

3. Tak Harus Segera Beli
Anda asli Jakarta? Apakah pernah masuk ke monumen monas sampai ke atas? Atau mungkin Anda orang Jogja? Apakah Anda pernah pegang tugu Jogja? Jika jawabannya sudah pernah, selamat ya! Jika belum bisa jadi Anda tak tertarik atau bisa saja Anda berpikir toh kapan-kapan Anda bisa ke sana dan lakukan itu. Tetapi bagi turis atau wisatawan yang berkunjung di Jogja atau Jakarta dalam waktu hanya beberapa hari, bisa saja Anda tak akan lewatkan kesempatan untuk masuk ke Monas di Jakarta atau foto-foto sambil pegang Tugu Jogja yang bagi orang yang tiap hari melihatnya mungkin belum pernah lakukan itu. Mungkin karena tak tertarik karena tiap hari melihatnya atau mungkin sebenarnya tertarik tetapi Anda berpikir, “Toh kapan pun Anda bisa melakukan ini.”

Jumlah pengunjung saat diskon saat menjelang lebaran padat dibanding hari biasa. Jumlah pengunjung saat festival juga lebih ramai. Itu karena adanya batas waktu. Diskon baju menarik ada saat tertentu saja sehingga pengunjung berebut untuk segera beli sebelum kehabisan. Atau pengunjung berbondong-bondong datang ke festival yang ada panggung hiburan gratis karena hanya saat itu ia bisa menonton hiburan gratis dan membeli dari berbagai booth dengan penawaran menarik yang terbatas waktunya.

Ketika pembeli sadar bahwa mereka harus segera beli, hal itu mendorong mereka membeli. Diskon pada pekan tertentu, menyadari bahwa harga akan naik atau bisa kehabisan produk yang ingin membeli, memotivasi mereka untuk segera membeli.

4. Tak ada hasrat atau minat
Ya, ini hambatan umum dalam menjual produk atau pun jasa. Orang tak berhasrat atau berminat untuk beli atau kebetulan kita menawarkan orang-orang yang tidak berminat akan produk atau jasa yang kita jual. Tak hanya terjadi ketika berjualan bertemu customer atau pun penjualan sales door to door, atau pun telemarketing dengan cold calling, tetapi juga terjadi dalam pemasaran atau penjualan online, mengapa tak closing-closing. Nah, sebagai pemasar, peran Anda adalah sebagai perantara untuk memunculkan hasrat dan minat calon pembeli. Munculkan pemikiran pada orang-orang akan pentingnya dan manfaat apa yang Anda jual kepada mereka, kegunaan dan kegembiraan apa yang mereka peroleh jika mereka beli apa yang Anda jual, apa resiko yang terjadi jika mereka tidak memiliki produk Anda, serta menyesuaikan produk dan jasa sesuai minat dan hasrat mereka. Dalam hal ini tergeting dalam pemasaran sangat penting. Pastikan Anda membidik orang yang tepat sasaran pasar. Nah, dengan belajar pemasaran online, Anda bisa mengarahkan penjualan dan membidik target audience atau pun target customer sesuai minat dan hasrat mereka.

Belajar Digital Marketing di Jakarta

5. Tidak Percaya
Orang cenderung mau menuruti akan apa yang ia percaya. Ketidakpercayaan customer akan apa yang Anda jual apalagi terhadap diri Anda merupakan sebuah tantangan. Dalam berjualan walau itu berjualan online, Anda harus bisa membuat percaya akan produk dan diri Anda. Nah, testimoni atau kesaksian akan manfaat produk, atau foto bahwa Anda telah mengirim pesanan ke banyak orang juga merupakan cara menumbuhkan rasa percaya pelanggan. Interaksi dengan calon pembeli juga menambah rasa percaya mereka terhadap Anda.

 

KursusSb1m.com

Jualan Door to Door Tanpa Ketuk Pintu

Jika saya ingin menjadi sales atau penjual door-to-door atau dari pintu ke pintu, saya tidak akan mengetuknya.
— Jarod Kintz, Author

Menjadi penjual dari rumah ke rumah tanpa mengetuk pintu di sini maksudnya tidak perlu repot repot mengetuk pintu calon pembeli dan merepotkan mereka membuka pintu apa lagi pakai memohon-mohon agar mau didengarkan. Secara konvensional cara ini dapat dilakukan dengan membuat orang tahu kehadiran jasa atau produk Anda, misalnya dengan TOA atau suara tek tek seperti penjual mie tektek. Orang akan sadar akan kehadiran produk dan jasa Anda maka bagi orang yang membutuhkan atau menginginkannya akan memanggil Anda. Cara ini tentu relatif minim penolakan awal.

Di zaman kemajuan teknologi informasi, dengan berkumpulnya perhatian orang secara online di social media seperti Facebook, Anda bisa membuat orang orang dengan minat dan latar belakang berpotensi membeli produk atau jasa Anda sadar akan kehadiran bisnis Anda dan bagi yang membutuhkan atau tertarik tentu ingin tahu lebih dalam tentang apa yang anda tawarkan. Tak hanya tanpa perlu mengetuk pintu, bahkan tanpa spam sms atau pm ke HP mereka, calon pembeli melalui HP smartphonenya akan menemukan bisnis yang Anda kelola. Tak hanya itu pencarian informasi yang bisa diakses lewat HP, memungkinkan produk atau jasa Andalah yang ditemukan tanpa harus mengganggu kenyamanan mereka.

 

KLIK BANNER DIBAWAH UNTUK INFO FACEBOOK MARKETING TOOLS

Customer anda sudah online, saatnya belajar internet marketing sambil praktek bisnis online dalam komunitas internet marketer di KursusSb1m.Com

image