Cara Menulis Headline | SB1M: Sekolah Kursus Belajar Internet Marketing
Tips Menulis Blog: Bagian Bagian Artikel dan Fungsinya Dalam Bisnis Online

Tips Menulis Blog: Bagian Bagian Artikel dan Fungsinya Dalam Bisnis Online

Tips Menulis Blog: Bagian Bagian Artikel dan Fungsinya Dalam Bisnis Online

Tips Menulis Blog dan Cara Menulis Postingan Berkualitas di Blog dan Website dalam Cara Bisnis Online: Fungsikan Bagian Bagian Artikel atau Halaman Postingan

Dalam pemasaran online ada pameo. “Content is the king.” Konten adalah raja. Pastikan setiap bagian dari halaman postingan konten Anda melakukan perannya.

 

Dalam praktek belajar internet marketing dasar, pemasaran konten termasuk blogging memegang peran vital karena Google akan suka terhadap Anda jika pembaca menyukai Anda terlebih dahulu. Selain fungsi SEO, lebih dari itu, postingan yang baik menciptakan ikatan dengan pengguna internet.

Belajar pemasaran online humor blogging

Lalu, postingan artikel atau halaman yang bagaimana yang menciptakan ikatan?
Cara menulis postingan berkualitas untuk blog mau pun halaman website yang menjalin ikatan dengan pengguna internet atau pambaca adalah dengan memastikan bagian-bagian dari halaman postingan Anda menjalankan tugas dan fungsinya.

Kata Kata Bijak Singkat Design oleh Canva
Gambar didesain dengan Canva

Setiap bagian dari satu halaman postingan Anda memiliki tugas khusus. Pastikan peran bagian-bagiannya berfungsi dengan baik sehingga orang mau membaca keseluruhan halaman tersebut.

Berikut peran dari bagian-bagian halaman postingan Anda:

Headline atau Kepala Tulisan: berfungsi menarik perhatian pembaca sehingga mereka berhenti melakukan scroll ketika melihat daftar artikel atau kemunculan daftar hasil pencarian di mesin pencari.

Intro atau Perkenalan: memancing pembaca melanjutkan apa yang telah dilakukan headline Anda. Setelah menarik perhatian melalui headline, mereka akan memastikan bahwa mereka tidak akan buang-buang waktu membaca halaman postingan Anda. Intro yang baik menjelaskan situasi pembaca secara hidup dan membuat mereka berkata, “Ini gue banget.”

Body atau isi postingan: menjelaskan atau menyampaikan pesan ke pembaca tanpa membuat mereka bosan.

Closing atau Penutup: bagian ini menggugah pembaca untuk melakukan sesuatu. Bisa mengajak mereka berkomentar. Mengajak mereka mengklik banner. Mengajak mereka melihat halaman penjualan. Mengajak mereka berlangganan email tips dari Anda. Mengajak mereka registrasi. Bahkan, mengajak mereka untuk membeli karena closing dalam berjualan bisa diartikan berhasil jualan.

 

Pastikan bagian-bagian ini melakukan fungsinya ketika Anda mengedit postingan Anda karena postingan Anda seyogyanya mengantarkan pembaca ke arah yang tepat. Jika ada yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan, perbaiki dan modifikasi.

Selamat Mencoba!

NB:

Selain Cara Menulis Postingan Berkualitas, dapatkan tips dan video tutorial belajar marketing online dasar melalui email Anda GRATIS dengan DAFTAR FREE MEMBER di KursusSb1m.com

Atau melalui Banner di bawah.

6 Cara Menulis Headline Paling Simpel dan Efektif

6 Cara Menulis Headline Paling Simpel dan Efektif

Rata-rata, orang 5 kali lebih banyak membaca Headline dibanding membaca isi berita atau artikel.

Pengguna Internet sehat indonesia

Headline menentukan menarik atau tidaknya konten untuk dibaca. Headline sangat sangat penting. Para mastah copywriter menghabiskan banyak waktu untuk membuat headline dan paragraf pembuka.

Mengapa mereka anggap headline itu sangat penting? Karena jika Headline tidak dapat mencuri perhatian pembaca, apalagi kontennya. Tanpa headline yang kuat, pembaca tidak akan membaca sisa isi konten yang Anda buat betapapun bagusnya.

Situs berita dan budaya Upworthy.com melaporkan sebagian besar traffic terjadi karena kata-kata yang mencubit pada headline.

Berikut 6 Cara Terbukti Menulis Headline Yang Lebih Baik dan Efektif

Jadi, jika Anda menulis Headline, ingat tips berikut.

(1) Gunakan Angka. Headline atau Judul dengan Angka memancing 2 kali klik dibanding yang biasa-biasa saja. Menurut postingan di  Moz.com, headline “30 Cara Membuat Minuman Teh Lebih Nikmat” mencapai 36% clikc sedangkan “Cara Membuat Teh Lebih Nikmat” hanya mencapai 15 persen.

Bahkan, dianjurkan menggunakan angka bilangan ganjil. Menurut Content Marketing Institute, “Headlines mengandung angka bilangan ganjil, 20 persen kliknya lebih tinggi dibanding angka genap.”

(2) Headline diajurkan antara 8 sampai 18 kata. Tapi ini untuk Bahasa Inggris.  Untuk Bahasa Indonesia sekitar 6 sampai 8 kata. Karena orang akan fokus pada 3 kata pertama dan 3 kata sisanya.

(3) Gunakan superlative… seperti PALING, awalan TER-, tapi berpasangan. Seperti menggunakan kata “TERBAIK” dan “TERKEREN” secara bersamaan dalam headleina. Misal: 7 Smartphoone Android Terbaik dan Terkeren 2014.

(4) Memunculkan RASA TAKUT. Saya kurang suka cara ini tetapi elemen “KETAKUTAN” atau sesuatu yang “NEGATIF” pada headline sering mendapat hasil. Sebagai ganti saya lebih suka elemen “MIMPI” dan “RASA NIKMAT”.

Menurut surbei Outbrain  negative superlatives (seperti “Jangan” “awas” “hati-hati” atau “Terburuk”) memikat lebih dari 30% dibanding kata-kata yang positif.

(5) Gambar bikin artikel lebih joss. Anda pasti sudah tahu tapi umumnya orang merespond gambar lebih banyak dibanding hanya tulisan.  Menurut The Guardian, respon terhadap gambar didekat Headline lebih banyak 27 persen.

(6) Gunakan Huruf Besar di Awal Kata Pada Headline.

————-

NB: Mari gabung di komunitas pebisnis online dan internet marketer SB1M  dan belajar intenet marketing di KursusSB1M.Com

300 kedua