Kendala Dalam Kewirausahaan | SB1M: Sekolah Kursus Belajar Internet Marketing
Materi Wirausaha: Memahami Karakteristik Wirausaha ala Geek

Materi Wirausaha: Memahami Karakteristik Wirausaha ala Geek

Materi Wirausaha: Memahami Karakteristik Wirausaha ala Geek

Ciri-ciri geek juga berpotensi menjadi wirausahawan yang sukses.

Mereka yang geek alias Penggila ilmu, kutu buku, introvert bahkan yang terkesan cupu memang pada masa kuliah mau pun SMU bukanlah pribadi semarak dan rata rata tak populer apalagi memiliki pengalaman sosial yang banyak dengan lawan jenis. Fenomena ini mungkin tetap ada.. tetapi di dunia bisnis mereka memiliki kesempatan untuk mengambil tempat. Perkembangan zaman dan kegigihan mereka dalam belajar membuat mereka bisa meraih mimpi dalam bisnis meski pun seorang introvert.

Ada beberapa alasan mengapa mereka yang introvert bahkan kutu buku (geek) bisa mengelola wirausaha sukses.

Mari kita lihat ciri-ciri geek ( penggila ilmu atau kutu buku ) yang membuat mereka menjadi wirausahawan yang sukses.

Ciri ciri dan sifat geek dalam materi wirausaha

Dalam wirausaha, tak masalah untuk menjadi beda

Geek mau mencari petualangan. Seperti pengalaman menonton film petualangan Star Wars, Indiana Jones atau game game petualangan, para geek melibatkan imajinasi dan enerji mereka dalam bekerja. Melakukan hal hal yang belum pernah dikerjakan bagi mereka bukanlah masalah. Para Geek menikmati proses datangnya ide ide.baru atau paling tidak merumuskan ide dan unsur yang telah ada ke dalam rencana yang bisa dimenangkan.

Mereka para Geek bisa menjadi menarik sebagai tukang cerita. Mungkin bisa saja mereka tidak nyaman memakai stelan jas resmi tetapi mereka bisa menikmati berperan dalam dunia pendidikan dan hiburan sebagai panelis, pembicara, kolumnis atau penulis artikel. Jika Anda bertemu pengusaha atau pebisnis dengan karakter geek, jangan segan menanyakan tentang proyek terakhir mereka dan lihat pancaran mata mereka yang jadi menggelora. Ya, Anda bisa saja mendengarkan lebih dari yang Anda tanyakan. Seperti yang telah Anda ketahui tentang para pemimpin hebat dengan pribadi geek seperti Steve Jobs dan Mark Zuckerberg, mengejewantahkan imajinasi dan hasrat mereka dengan lantang dan jelas.

Para Geek pun punya “Aturan Jalanan” dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Iklim bisnis semakin menghargai tak masalah untuk berbeda – bahkan menjadi unik itu bagus. Tak hanya bagus untuk tampil beda tetapi hal-hal besar bisa muncul dari mereka yang memiliki kemampuan unik, terutama saat bekerja sama dan bisa menghormati kabutuhan akan keahlian yang mereka kurang kuasai seperti kemampuan bersosialisasi, berbicara di depan umum atau kemampuan komunikasi dalam menghadapi customer.

Para Geek punya kemampuan dalam menggeluti bidang khusus dan untuk fokus.

Secara keseluruhan, fakta bahwa “pengusaha geek” bisa menonjol seperti jempol dalam lingkungan masyarakat papan atas yang sebenarnya bisa menggambarkan sifat-sifat yang membuatnya lebih dapat masuk dalam dunia wirausaha. Dalam organisasi, hendaknya Anda belajar untuk menilai dan menggali dari para geek yang Anda amati baik dari dalam mau pun luar. Jika Anda seorang geek, Anda tahu Anda berpotensi menjadi pemimpin dan menjadi pebisnis, dan ketika orang lain mengidentikan Anda sebagai kutu buku atau orang aneh, ucapkan “terima kasih” kepada mereka.

Lalu bagaimana para Geek dalam berbisnis bisa sukses jualan? Ingat.. Geek pada dasarnya pintar bahkan cerdas. Mereka akan menggunakan pengetahuan dan riset untuk memasarkan dan membranding produk mereka. Apalagi dengan kemajuan teknologi informasi, mereka bisa memanfaatkan itu untuk riset online dan membidik customer yang memang berpotensi gila akan produk mereka. Ya, marketing itu kombinasi knowledge, science dan art.

Anda bisa sukses dalam berwirausaha.

 

DAFTAR FREE MEMBER di Komunitas Bisnis Online. Dapatkan langganan tips belajar internet marketing dan video tutorial pelatihan wirausaha bisnis online GRATIS melalui email Anda dengan daftar FREE di KursusSb1m.com. Mulailah mencoba dan praktek membangun wirausaha bisnis online. Kemenangan menanti Anda.

Proposal Penawaran Produk Barang dan Jasa: Sikap Consumer Oriented

Proposal Penawaran Produk Barang dan Jasa: Sikap Consumer Oriented

Proposal Penawaran Produk Barang dan Jasa: Sikap Consumer Oriented

Fokus Pada Apa Yang Dituju atau Dicari oleh Prospek

Banyak tenaga sales/ marketing menulis proposal atau penawaran yang berfokus pada keseluruhan apa saja yang bisa mereka tawarkan ke calon customer atau klien. Bahkan dokumen penawaran tersebut tak jarang berisi daftar fitur produk atau pun jasa. Tetapi bagaimana dengan apa yang dibutuhkan calon klien atau customer?

kata bijak usaha sendiri
kata kata bijak usaha sendiri

Dari pada berfokus pada apa yang harus Anda tawarkan ke calon klien atau customer, proposal penawaran Anda seyogyanya menitik beratkan pada masalah kunci yang ingin diselesaikan prospek atau calon customer.

Secara khusus, mulailah proposal Anda dengan mengarah pada tantangan yang ingin diatasi oleh customer atau klien Anda. Hal ini secara efektif akan merubah proposal penawaran Anda menjadi dokumen kerja yang menjadi garis besar apa yang menjadi tujuan atau sasaran klien. Bukankah ini alat pemasaran yang cukup kuat?

Humor penawaran ekonomi

Dalam praktek belajar pemasaran online atau internet marketing, Anda bisa melakukan riset online tentang apa yang dicari oleh calon customer atau minat mereka. Nah, penawaran online baik dalam surel atau pun yang Anda posting di situs Anda seyogyanya menjawab permasalahan yang dihadapi oleh calon customer atau klien. Anda bisa menggunakan fasilitas di search engine atau pun media sosial untuk membidik customer yang tepat dan menawarkan solusi atau memberi jawaban akan kebutuhan mereka.

KursusSb1m.com

Cara Mengatasi Hambatan Dalam Penjualan

Cara Mengatasi Hambatan Dalam Penjualan

Cara Mengatasi Hambatan Dalam Penjualan dan Kendala dalam Promosi

“Every sale has five basic obstacles: no need, no money, no hurry, no desire, no trust.” ~Quote by Zig Ziglar

Setiap penjualan memiliki 5 hambatan dasar: tidak butuh, tidak ada uang, tidak harus segera, tidak ada hasrat atau minat, dan tidak percaya. ~ Zig Ziglar

 

Baik dalam berjualan biasa maupun dalam belajar bisnis online, Anda perlu belajar mengatasi hambatan dalam memasarkan produk atau jasa Anda. Mengatasi hal ini mari kita kupas satu per satu:

Tempat Kursus Belajar Internet Marketing di Jakarta Sb1m

1. Tak Ada Kebutuhan
Orang tidak membeli karena tidak butuh. Benar! Tetapi ada fenomena, pembeli membeli sesuatu karena mereka menyukainya walau tak butuh. OK, kita fokus pada kata “tak butuh.” Orang bahkan mungkin Anda sendiri punya banyak keinginan tetapi tak semua bahkan mungkin banyak dari apa yang diinginkan bukanlah apa yang kita butuhkan. Misalnya orang gemuk yang ingin kurus tetapi selalu ingin beli gorengan untuk ngemil. Ngemil gorengan adalah keinginan. Padahal ia butuh makanan yang lebih sehat seperti buah-buahan antara lain Apel, Melon, dan buah naga. Ia tak sadar akan kebutuhannya akan makanan sehat. Atau orang mencari info tentang obat pelangsing penghilang lemak atau operasi sedot lemak, ia ingin langsing tetapi yang ia butuhkan sebenarnya cara yang lebih sehat, yang ia butuhkan adalah cara pola hidup sehat dan program pola makan dengan nutrisi sehat dan tepat yang tak hanya melangsingkan tubuh tetapi lebih menyehatkan tubuh. Atau orang yang ingin mulai berwirausaha mencari info tentang barang apa yang laku dijual padahal masalahnya adalah dia tidak tahu caranya berjualan. Nah, dalam hal ini, sebagai pemasar tugas Anda adalah menyadarkan orang akan kebutuhannya.

 

2. Tidak Ada Uang
Kurangnya budget, tidak ada uang, atau tak dibudgetkan untuk membeli produk atau jasa dari Anda tak jarang merupakan hal yang membuat mereka menjadi customer Anda. Orang yang tak punya uang, tidak berbelanja. Bahkan mereka yang menolak untuk membeli dengan alasan tidak punya uang masih membeli hal-hal yang bukan kebutuhan pokok, seperti nonton bioskop, travelling, pergi ke restauran untuk makan makanan enak yang tak murah.

Nah, tugas Anda adalah membantu mereka menyadari bahwa jika mereka memiliki produk tertentu atau menggunakan jasa tertentu yang Anda tawarkan mereka akan mendapatkan menfaat dan itu lebih memudahkan hidup mereka, membuat lebih nyaman, dan membuat diri mereka lebih spesial.

Tonjolkan fitur dan manfaat produk Anda, bahwa produk Anda bagus untuk dibeli.

Jika terlalu mahal merupakan alasan untuk tak membeli, jangan terpancing untuk turun harga, ungkapkan bahwa itu harga yang masuk akal dengan memberikan beberapa fitur dan manfaat lebih dari produk atau jasa Anda dibandingkan dengan yang lain.

Jika bukan karena tak punya uang atau tak mampu membeli, tetapi karena budget calon customer Anda tidak dialokasikan untuk membeli dari Anda, jika ia bisa melihat dan memahami manfaat lebih dari produk atau jasa Anda, mungkin bukan saat itu, tetapi suatu saat ia jadi customer Anda pada saatnya.

 

3. Tak Harus Segera Beli
Anda asli Jakarta? Apakah pernah masuk ke monumen monas sampai ke atas? Atau mungkin Anda orang Jogja? Apakah Anda pernah pegang tugu Jogja? Jika jawabannya sudah pernah, selamat ya! Jika belum bisa jadi Anda tak tertarik atau bisa saja Anda berpikir toh kapan-kapan Anda bisa ke sana dan lakukan itu. Tetapi bagi turis atau wisatawan yang berkunjung di Jogja atau Jakarta dalam waktu hanya beberapa hari, bisa saja Anda tak akan lewatkan kesempatan untuk masuk ke Monas di Jakarta atau foto-foto sambil pegang Tugu Jogja yang bagi orang yang tiap hari melihatnya mungkin belum pernah lakukan itu. Mungkin karena tak tertarik karena tiap hari melihatnya atau mungkin sebenarnya tertarik tetapi Anda berpikir, “Toh kapan pun Anda bisa melakukan ini.”

Jumlah pengunjung saat diskon saat menjelang lebaran padat dibanding hari biasa. Jumlah pengunjung saat festival juga lebih ramai. Itu karena adanya batas waktu. Diskon baju menarik ada saat tertentu saja sehingga pengunjung berebut untuk segera beli sebelum kehabisan. Atau pengunjung berbondong-bondong datang ke festival yang ada panggung hiburan gratis karena hanya saat itu ia bisa menonton hiburan gratis dan membeli dari berbagai booth dengan penawaran menarik yang terbatas waktunya.

Ketika pembeli sadar bahwa mereka harus segera beli, hal itu mendorong mereka membeli. Diskon pada pekan tertentu, menyadari bahwa harga akan naik atau bisa kehabisan produk yang ingin membeli, memotivasi mereka untuk segera membeli.

4. Tak ada hasrat atau minat
Ya, ini hambatan umum dalam menjual produk atau pun jasa. Orang tak berhasrat atau berminat untuk beli atau kebetulan kita menawarkan orang-orang yang tidak berminat akan produk atau jasa yang kita jual. Tak hanya terjadi ketika berjualan bertemu customer atau pun penjualan sales door to door, atau pun telemarketing dengan cold calling, tetapi juga terjadi dalam pemasaran atau penjualan online, mengapa tak closing-closing. Nah, sebagai pemasar, peran Anda adalah sebagai perantara untuk memunculkan hasrat dan minat calon pembeli. Munculkan pemikiran pada orang-orang akan pentingnya dan manfaat apa yang Anda jual kepada mereka, kegunaan dan kegembiraan apa yang mereka peroleh jika mereka beli apa yang Anda jual, apa resiko yang terjadi jika mereka tidak memiliki produk Anda, serta menyesuaikan produk dan jasa sesuai minat dan hasrat mereka. Dalam hal ini tergeting dalam pemasaran sangat penting. Pastikan Anda membidik orang yang tepat sasaran pasar. Nah, dengan belajar pemasaran online, Anda bisa mengarahkan penjualan dan membidik target audience atau pun target customer sesuai minat dan hasrat mereka.

Belajar Digital Marketing di Jakarta

5. Tidak Percaya
Orang cenderung mau menuruti akan apa yang ia percaya. Ketidakpercayaan customer akan apa yang Anda jual apalagi terhadap diri Anda merupakan sebuah tantangan. Dalam berjualan walau itu berjualan online, Anda harus bisa membuat percaya akan produk dan diri Anda. Nah, testimoni atau kesaksian akan manfaat produk, atau foto bahwa Anda telah mengirim pesanan ke banyak orang juga merupakan cara menumbuhkan rasa percaya pelanggan. Interaksi dengan calon pembeli juga menambah rasa percaya mereka terhadap Anda.

 

KursusSb1m.com